Breaking News:

Idul Adha 2021

Jelang Idul Adha, Pemprov Sumut Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Baharuddin Siregar memastikan ketersediaan bahan pokok di Sumut aman hingga akhir Juli 2021.

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun Medan/Kartika
Suasana arus transaksi tampak lengang jelang Idul Adha di Pasar Raya MMTC, Deliserdang, Senin (19/7/2021). Adapun suasana lengang ini lantaran ada sekitar 100 kios yang didominasi oleh komoditas sayur mayur tutup sementara selama PPKM Darurat. 

Jelang Idul Adha, Pemerintah Sumut Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Plt. Kepala Bidang Hortikultura dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Baharuddin Siregar memastikan ketersediaan bahan pokok di Sumut aman hingga akhir Juli 2021.

"Dalam rangka memasuki Hari Raya Idul Adha dan antipasi wabah Covid-19, pemerintah Sumut telah mengawali panen khususnya panen padi di sentra Kabupaten Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, Batubara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Humbang Hasundutan, dan Toba. Ketersediaan bahan pokok dan strategis sektor tanaman pangan dan hortikultura sampai akhir Juli 2021 aman," kata Baharuddin, Senin (19/7/2021).

Dalam hal ini, Baharuddin menjelaskan diperkirakan seperti produksi beras dari Januari hingga Juli sebesar 1.4 juta ton, hasil ini diperoleh dari hasil panen seluas 489 ribu hektare dan jika dibandingkan dengan kebutuhan dari Januari hingga Juli adalah sebanyak 1 juta ton.

"Artinya kebutuhan masyarakat Sumatra Utara yang jumlah penduduk sekitar 11 juta lebih maka ketersediaan beras tersebut mencukupi untuk tiga bulan ke depan," ujar Baharuddin.

Selanjutnya, ia menuturkan produksi jagung dari Januari hingga Juli sebesar 974 ribu ton, merupakan hasil panen seluas 151 ribu hektare.

Sementara kebutuhan hingga bulan Juli diperkirakan sebanyak 963 ribu ton sehingga dipastikan ketersediaan jagung mengalami surplus seribu ton.

"Begitu halnya dengan cabai merah dengan luas panen 7 ribu hektare dengan produksi 115 ribu ton sementara kebutuhan setiap bulannya kurang lebih 10,3 ribu ton maka produksi ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Disamping itu harga cabai merah di tingkat petani saat ini berkisar Rp 24 ribu per kilogram dan tingkat pasar berkisar Rp 30-35 ribu per kilogram.

Sementara itu, ia mengaku ketersediaan komoditi bawang di Sumut berkurang sehingga diimpor dari luar provinsi.

"Ketersediaan bawang merah diperkirakan sebanyak 18 ribu ton sedangkan kebutuhan hingga bulan Juli diperkirakan sebanyak 27 ribu ton. Untuk menutupi kebutuhan ini maka ditingkatkan, didatangkan dari provinsi lain sehingga dapat menstabilkan kebutuhan di Sumut," ujar Baharuddin

Ditambahkannya untuk harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp 18-20 ribu per kilogram dan tingkat pasar berkisar Rp 25-30 ribu per kilogram.

"Sama halnya dengan kebutuhan bawang putih masih didatangkan dari luar provinsi Sumut dan impor, namun ke depan untuk bawang merah dan bawang putih, pemerintah Sumut akan meningkatkan luas tanam sehingga dapat meningkatkan produksi," tutupnya.

(cr20/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved