Breaking News:

Update Vaksinasi di Balige

PUSKESMAS Tandang Buhit Balige Suntikkan Vaksinasi Covid 19 sebanyak 100 Dosis

Vaksin itu diberikan untuk 100 orang dan berjalan dengan baik. Artinya, tidak ada kejadian setelah imunisasi

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
MAURITS PARDOSI / TRIBUN MEDAN
Suasana penerimaan vaksin di Puskesmas Tandang Buhit Balige pada hari ini, Senin (8/2/2021). 

Puskesmas Tandang Buhit Balige Suntikkan Vaksinasi 100 Dosis, Kapus Jamin Monitoring Penerima Vaksin

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Puskesmas Tandang Buhit Balige telah melakukan vaksinasi untuk 100 dosis. Kepala Puskesmas Tandang Buhit dr Freddi Seventry Sibarani menjamin bahwa pihaknya terus memantau penerima vaksin pertama hingga menerima dosis kedua.

"Jadi, pelaksanaan vaksin pada hari Sabtu (17/7/2021) yang meruapakan kerja sama antara Kodim Tarutung dengan Koramil di Balige serta Puskesmas Tandang Buhit Balige melaksanakan vaksinasi dosis pertama Sinovac dengan jumlah vaksin 10 vial, dengan asumsi untuk 100 dosis," ujar Kapus Tandang Buhit dr Freddi Seventry Sibarani saat dikonfirmasi Tribun-medan.com pada Senin (19/7/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan ada gejala yang berarti bagi penerima vaksin tersebut.

"Vaksin itu diberikan untuk 100 orang dan berjalan dengan baik. Artinya, tidak ada kejadian setelah imunisasi," tuturnya.

"Vaksinasi berakhir sebelum pukul 13.00 WIB. Tidak ada kendala kita saat melakukan vaksinasi," sambungnya.

Secara khusus, ia menyampaikan agar jangan takut kepada masyarakat lainnya yang hingga kini merasa takut divaksin. Pasalnya, pihaknya sebagai Satgas Covid-19 Toba tetap melakukan monitoring selama 28 hari hingga menerima vaksin dosis kedua.

"Kepada masyarakat kita imbau agar jangan takut vaksin. Karena memang vaksin ini sudah melalui kajian-kajian kalaupun ada efek samping setelah dapatkan vaksin ini, kita dari gugus puskesmas tetap memonitoring selama 28 hari ke depan hingga mendapatkan dosis kedua vaksin," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa vaksinasi merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi resiko kematian apabila terpapar Covid-19 pascavaksinasi.

Hingga saat ini, pihaknya tidak banyak mendapatkan keluhan pascavaksinasi.

"Sejauh ini memang tidak terlalu banyak keluhan yang berarti setelah diimunisasi. Kemudian, vaksinasi ini merupakan suatu upaya pemerintah untuk menekan resiko kematian bila nanti terpapar setelah divaksin," terangnya.

Imunitas masyarakat yang telah mendapatkan vaksin diharapkan mampu meminimalisir resiko kematian. Dan, ia juga ingatkan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) walau sudah divaksin.

"Sebab, kemungkinan terpapar itu tetap ada bila tidak melakukan protokol kesehatan. Oleh sebab itu, kita imbau masyarakat agar mendapatkan imunitas yang bagus," terangnya.

"Karna imun dalam vaksinasi ini memberikan efek, kemungkinan kematian akan rendah bila pun terpapar setelah divaksin," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved