Breaking News:

Begini Cara Pemko Medan Antisipasi Lonjakan Covid-19, Sulap Eks Hotel Berbintang Jadi Tempat Isolasi

Pemerintah Kota Medan berencana menyulap eks Hotel Soechi di Jalan Cirebon Kota Medan menjadi tempat isolasi pasien Covid-19.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rahman meninjau eks Hotel Soechi di Jalan Cirebon, Kota Medan yang akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. Pemko Medan turut membawa perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian PUPR. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Kota Medan berencana menyulap eks Hotel Soechi di Jalan Cirebon Kota Medan menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. Karena itu, pemerintah melakukan berbagai persiapan serta pembenahan fisik gedung hotel berbintang itu. 

Wakil Wali Kota Medan Aulia Rahman meninjau eks bangunan Hotel Seochi tersebut. Ia datang bersama sejumlah pejabat utama di Pemko Medan menilik ruangan restoran yang akan dijadikan sebagai ruang IGD. 

"Pembentukan fungsi IGD di ex Hotel Soechi lebih kepada penerapan 3T (testing, tracing dan treatment), terutama treatment (perawatannya). Oleh karenanya, Pak Wali Kota dan saya berharap, dengan kolaborasi yang terbangun antara Pemko Medan beserta pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat segera mempercepat progress penyelesaian," ujarnya di lokasi. 

Baca juga: Pengin Menata Keindahan Kota Medan, Bobby Nasution Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Zonasi PKL

Baca juga: Mengikuti Arahan Presiden Joko Widodo, Wali Kota Medan Pastikan Warga Harus Patuh Prokes

Baca juga: TEGAS, Pelanggar Prokes saat PPKM Darurat di Kota Medan Dihukum, Berikut Identitasnya

Turut hadir dalam peninjauan itu perwakilan dari Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga dan Perwakilan dari Kementerian Kesehatan Abdul Kadir dan Heru Prasetyo. 

Dalam peninjauan tersebut Kementerian PUPR siap mendukung Pemko Medan menjadikan ex Hotel Soechi sebagai tempat isolasi dengan melakukan kajian secara detail agar ruangan ini dapat difungsikan sebagai tempat IGD.

Sedangkan Kementerian Kesehatan akan menyediakan tempat tidur untuk ruangan IGD tersebut.

"Pengoperasian gedung ini dibutuhkan beberapa pembenahan untuk sarana dan prasarana. Salah satunya efektifitas lift, dimana saat ini lift yang ada hanya mampu membawa pasien Covid-19 dalam kondisi tingkat kerawanan rendah. Artinya, usai melewati observasi dan penanganan awal, pasien dengan tingkat kerawanan rendah dan sedang dapat dibawa menggunakan kursi roda untuk selanjutnya menuju kamar agar dapat isolasi dan mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," katanya. 

Ia menjelaskan, gedung eks Hotel Soechi merupakan aset Pemerintah Kota Medan dengan ketinggian gedung mencapai 12 lantai. Adapun kapasitas kamar sebanyak 247. 

Oleh sebab itu, gedung ini layak dijadikan sebagai tempat alternatif guna mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Kota Medan. 

"Artinya upaya ini sebagai bentuk antisipasi kita jika terjadi lonjakan. Maka dari itu, perlu dipersiapkan tempat sebagai ruang isolasi dan perawatannya. Mudah-mudahan pembenahan ini dapat segera selesai sehingga gedung ini nantinya akan siap menajdi tempat alternatif untuk pasien Covid-19 jika terjadi lonjakan," ungkapnya. 
 

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved