Breaking News:

Pembunuh Tatang Suhendar Kerap Diajak Gali Kuburan, Keluarga Yakin Tidak Ada Perselisihan

Anak korban, Muhammad Rizal, meyakini tidak ada perselisihan antara ayahnya dan Khairuddin. 

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Liston Damanik
HO
Jenazah Tatang Suhendar, penggali kubur yang dibantai keponakannya sendiri saat berada di rumah duka Kelurahan Tanah 600 Marelan, Senin (19/7/2021) malam.(HO) 

TRIBUNMEDAN.com, MEDAN - Pelaku pembunuh Khairuddin Siregar (40) ternyata kerap diajak untuk membantu korban, Tatang Suhendar (70), menggali kubur di Gang Madrasah Lingkungan XI Kelurahan Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan

Anak korban, Muhammad Rizal, meyakini tidak ada perselisihan antara ayahnya dan Khairuddin. 

"Kalau selisih paham, saya rasa tidak ada. Dia juga dulu sempat bantu bapak korek kubur," bebernya, Selasa (20/7/2021).

Pria yang juga menjabat Kepling di Lingkungan XI ini menyebutkan bahwa pelaku diduga memiliki gangguan jiwa, namun tetap bisa berkomunikasi dengan pelaku. 

"Diduga ada gangguan jiwa, tapi selama disini dia bisa saja normal, kalau diajak bicara dia mau. Dia juga pegang uang," bebernya. 

Baca juga: Kakek Panggali Kubur di Marelan Dibantai Keponakan, Pelaku Dikabarkan Pernah Belajar Ilmu Klenik

Rizal menyebutkan bahwa sampai hari ini keluarga tak mengetahui apa yang menjadi motif dari pelaku hingga tiba-tiba membunuh ayahnya.

"Saya juga tidak tahu motif pembunuhan dia itu apa. Belum ada dari keterangan dari polisi," bebernya. 

Kelurga juga sudah melaporkan pelaku ke Polsek Medan Labuhan pagi ini pasca dikuburkan pada, Senin (19/7/2021) malam. 

"Karena adik kandung saya Sri Yuyun sudah buat laporan ke Polsek Medan Labuhan pagi ini. Ayah kami sudah dikebumikan sekitar pukul 20.45 WIB di kuburan yang dekat TKP semalam," cetusnya. 

Rizal menyebutkan kronologi kejadian awalnya sang ayah hendak ke kuburan untuk bersih-bersih menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pada sore harinya tiba-tiba di jalan ayahnya langsung diserang oleh pelaku dengan menggunakan parang secara membabi buta. 

Setelah tergeletak di jalan, korban diseret ke samping rumah pelaku daerah kelapa sawit dan mengeksekusinya di dekat perladangan hingga tewas.

Korban penuh dengan luka bacok di leher dan di bagian perut. Hingga akhirnya dibuang pelaku ke sebuah kolam untuk menghilangkan jejak. (vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved