Breaking News:

Potensi Erupsi Gunung SInabung Masih Tinggi

Dengan masih tingginya aktivitas vulkanik dari Gunung Sinabung, potensi untuk kembali terjadi erupsi masih cukup tinggi.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
SUASANA kota setelah Gunung Sinabung mengalami erupsi beruntun sebanyak dua kali. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masih cukup fluktuatif pascaerupsi yang terjadi, Senin (19/7/2021). Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, hingga saat ini aktivitas dari gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini masih didominasi berbagai macam kegempaan.

Kepala Pos PGA Sinabung Deri Al Hidayat menjelaskan, pihaknya masih melihat gempa-gempa seperti low frekuensi, hybrid, dan lainnya. Dikatakannya, dengan masih tingginya aktivitas vulkanik dari Gunung Sinabung, potensi untuk kembali terjadi erupsi masih cukup tinggi.

"Untuk pascaerupsi aktivitas Gunung Sinabung masih cukup tinggi, ditandai dengan didominasi gempa-gempa dari dalam gunung," ujar Deri, saat ditemui di pos PGA Sinabung, Simpangempat, Selasa (20/7/2021).

Dikatakannya, selama kurun waktu  24 jam terakhir ini Gunung Sinabung tercatat mengalami dua kali erupsi. Erupsi terjadi pada Senin (19/7). Untuk erupsi pertama, terjadi sekira pukul 18.50 WIB. Saat itu erupsi dengan amplitudo maksimum 86 mm dan durasi kurang lebih selama 11,2 menit ini mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 1000 meter dari puncak gunung.

Kemudian, berselang sekitar 10 menit tepatnya pukul 19.01 WIB, Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi yang kedua. Pada erupsi dengan amplitudo maksimum maksimum 47 mm dan durasi kurang lebih selama 10,5 menit ini, abu vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung tercatat setinggi 300 meter.

Baca juga: FLUKTUASI Aktivitas Vulkanik Gunung Sinabung yang Didominasi Kegempaan

"Ya, selama 24 jam terakhir, Sinabung mengalami erupsi sebanyak dua kali dimulai pukul 18.50 WIB, dengan ketinggian kolom abu mencapai 1000 meter," ucapnya.

Soal persebaran abu vulkanik, kata Deri, pihaknya melihat abu vulkanik mengarah ke arah timur dan utara. Untuk persebaran abu mulai dirasakan di daerah Kecamatan Namanteran, Berastagi, bahkan hingga Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang. "Ya karena angin mengarah ke Timur dan Utara, sehingga abu tersebar hingga ke Kecamatan Berastagi sampai ke Kecamatan Sibolangit," ungkapnya.

Deri meminta kepada masyarakat agar selalu menaati rekomendasi yang diberikan oleh pihak terkait. “Kami mengimbau kepada masyarakat jika kembali terjadi erupsi agar menggunakan masker untuk menghindari abu vulkanik terhirup,” katanya.(cr4)

Prediksi Abu Sampai ke Medan

PETUGAS pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan peningkatan aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung. Kondisi ini diperkirakan dapat membawa material vulkanik ini terbawa angin cukup jauh.

"Memang di sekitar puncak sepertinya anginnya cukup kencang. Untuk arah anginnya masih mengarah ke arah timur dan tenggara. Kalau kita perkirakan, abunya bisa sampai ke Kota Medan," ungkapnya.

Jika melihat arah angin dan kencangnya hembusan angin ini, dirinya memperkirakan abu vulkanik akan turun di wilayah paling dekat di sekitar belakang Gunung Sibayak. Namun, jika angin tetap berhembus dengan cukup kencang, maka bisa saja abu ini dapat terlihat turun di sekitar Kota Medan. (cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved