Breaking News:

Tersangka Pembunuh Kakek di Marelan sedang Makan di Rumah saat Warga Ramai Datang Meringkusnya

Khairuddin menghabisi nyawa pamannya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya karena alasan yang masih belum jelas.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/VICTORY ARRIVAL HUTAURUK
Kondisi rumah Khairuddin Siregar yang membunuh tukang gali kubur Tatang Suhendar (70) di Gang Madrasah Lingkungan XI Kelurahan Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tersangka pembunuhan, Khairuddin Siregar (40), masih bisa santai makan malam setelah membunuh Tatang Suhendar yang merupakan tetangganya di Gang Madrasah, Lingkungan XI, Kelurahan Enam Ratus, Medan Marelan itu

Warga setempat, Chandra, mengatakan setelah mengatahui kakek penggali kubur itu dihabisi, mereka pun mendatangi rumah Khairuddin.

Ia menyebutkan, dirinya masih sempat melihat pelaku makan di dalam rumahnya setelah mengeksekusi korban.

"Warga mendatangi rumah pelaku. Dan di dalam pelaku didapati sedang makan malam. Dan disitu dikeroyok warga" tuturnya.

Khairuddin menghabisi nyawa pamannya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya karena alasan yang masih belum jelas.

Menurutnya, sehari-hari pelaku dikenal suka menyendiri.

"Jadi sehari-hari pelaku ini pendiam, rumahnya juga di ujung gang dekat kuburan. Memang enggak pernah bersosialisasi. Dia juga enggak nikah, di sendiri aja itu di rumah. Rumahnya juga seram," bebernya.

Seorang warga lainnya, Ida Nuraini, mengatakan Khairuddin semakin tidak terkendali sejak sering kemalingan. 

Menurutnya, Khairuddin mulai makin beringas setelah ayamnya hilang dan nanasnya dicuri.

"Jadi katanya ayamnya banyak yang hilang. Terus, nanasnya habis. Disitu dia tambah stres jadinya. Memang dari dulu dia udah stres, tapi ini makin stres," bebernya, Selasa (20/7/2021).

Ia bahkan menyebutkan bahwa di dalam rumah pelaku tersebut ada kuburan kucingnya. 

Baca juga: Kakek Panggali Kubur di Marelan Dibantai Keponakan, Pelaku Dikabarkan Pernah Belajar Ilmu Klenik

"Memang pelaku dekat dengan korban. Dia begitu bukan karena narkoba. Tapi katanya karena nuntut ilmu. Di rumahnya dikorek sendiri kubur, terus kucing dibunuhnya. Darahnya diminum," cetusnya.  (vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved