Update Penanganan Covid-19, Stok Oksigen di Kota Medan Masih Tercukupi
"Masih aman stok oksigen kita, karena itu berbanding lurus dengan tingkat BOR kita, karena BOR masih terkendali," ujar Mardohar, Selasa (20/7/2021).
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Persediaan oksigen di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Medan masih terkendali.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan.
"Masih aman stok oksigen kita, karena itu berbanding lurus dengan tingkat BOR kita, karena BOR masih terkendali," ujar Mardohar, Selasa (20/7/2021).
"Baik di RS maupun yang masih di toko ketersediannya sejauh ini masih aman. Karena sebenernya tabung oksigen itukan tidak hanya untuk pasien Covid-19 ya," tambahnya.
Dikatakan Mardohar untuk mempertahankan kondisi ketersediaan tabung oksigen yang masih aman ini, ia meminta agar warga Kota Medan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Yang terpenting sebenarnya mencegah daripada mengobati. Tabung oksigen itukan termasuk treatment. Kita memang tentu ingin treatment itu yang sebaik-baiknya, tapi kalau bisa jangan lah sampai ke situ," tutur dia.
Ia menuturkan saat ini memang positivity rate di Kota Medan cenderung meningkat. Namun, kata Mardohar, peningkatan ini juga sebanding dengan jumlah yang sembuh.
"Karena saat PPKM darurat ini testing kita semakin meningkat, memang itu yang menjadi target kita, ada angka tertentu yang harus dicapai untuk testing. Makanya angka positif juga meningkat," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Bobby Nasution menjelaskan bahwa kasus Covid-19 di Kota Medan masih cukup terkendali.
Di mana berdasarkan data, dalam dua hari terakhir angka bed occupancy rate (BOR) Kota Medan terjadi peningkatan yakni berada di 63 Persen. Peningkatan ini tidak signifikan dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
"Pemko Medan telah mendorong dari 41 rumah sakit rujukan untuk mengikuti aturan BOR yaitu harus di atas 30 % dari jumlah tempat tidur," katanya.
Ia menuturkan, hingga saat ini, angka ketersediaan BOR di masing-masing rumah sakit masih 24-26 %, artinya masih di bawah 30%. Kalau mengikuti aturan di rumah sakit, masih ada kapasitas.
Untuk itu, kita sudah terbitkan surat edaran agar rumah sakit, mengikuti aturan untuk menyediakan tempat tidur khusus pasien Covid-19 sebesar 30%.
"Sebab dari jumlah 8.000 tempat tidur di seluruh rumah sakit baru sekitar 2.000 tempat tidur yang khusus pasien Covid-19" terangnya.
Ia juga menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Medan, selain dari BOR juga dapat dilihat dari indikator lainnya, yakni Fatality rate dan recovery rate. Dimana recovery rate, satu Minggu terakhir, turun 2%.
"Ini yang akan terus dioptimalkan caranya dengan treatment untuk meningkatkan recovery rate. Sebelumnya dari 90,01 turun ke 88. Namun, fatality rate, 3,4 %. Diharapkan, tidak meningkat," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/satu-gudang-penyimpanan-oksigen-di-medan_kondisi-oksigen-di-medan.jpg)