Breaking News:

News Video

Nenek Silitonga Bingung Mau Jualan di Mana Lagi Pascapenertiban Aset Pemprov Sumut

Boru Silitonga hanya bisa diam melihat kiosnya berjualan rokok dan minuman saat ditertibkan oleh Satpol PP

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Ade Saputra

Nenek Silitonga Bingung Mau Jualan Dimana Lagi Pasca Penertiban Aset Pemprov Sumut

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -Seorang nenek warga Lingkungan V Pulo Brayan, Kampung Kristen, Boru Silitonga hanya bisa diam melihat kiosnya berjualan rokok dan minuman saat ditertibkan oleh Satpol PP Pemprov Sumut di Jalan Krakatau, Pulo Brayan, Medan, Rabu (21/7/2021).

Sehari-hari boru Silitonga menumpang berjulan di depan usaha bengkel yang dikelola Joseph Hutabarat yang juga menumpang di aset Pemprov Sumut itu.

"Tadinya, kami jualan di atas parit. Setelah datang pemberitahuan enggak boleh jualan di atas parit, kebetulan si Josep buka usaha di sini dan kami dikasih. Nah, sekarang udah kayak gini mau kekmanalah lagi. Mau ngadu, ngadu sama siapa,"ujar boru Silitonga.

Saat ini, boru Silitonga bingung hendak pindah berjualan kemana lagi.

Sementara, mata pencaharian utamanya hanya mengharapkan hasil berjualan di kios kecil tersebut.

Hal yang menyulitkan dia lagi, suaminya kini sedang sakit.

Semenjak jatuh ke parit dari kios, uaminya bermargra Manurung, tak lagi bisaberjualn dan hanya menunggu boru Silitong di rumah kediman mereka.

"Sekarang suami saya sakit di rumah. Rumah kai di belakang Gereja HKBP yang mewah itu,"sebutnya sambil menunjuk ke seberang jalan.

Permohonannya untuk tetap berjualan ke pihak transmigrasi sementara ini juga tidak dikabulkan. Kini semua telah dipagar dan diberi tulisan DILARANG MASUK KUHP 551, DISNAKER PROVSU.

(jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved