Breaking News:

NIAT Nonton Balap Liar, Farhan Dipukul Broti hingga Meninggal Dunia

Terdakwa Riangga Abinsyah, lelaki 22 tahun yang nekat pukul kepala seorang remaja pakai broti hingga meninggal dunia kini mulai diadili di PN Medan.

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Gita Nadia Putri
Sidang perkara pembunuhan dengan terdakwa Riangga Abinsyah Alias Rangga di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perbuatannya sempat viral di jagat maya, terdakwa Riangga Abinsyah Alias Rangga lelaki 22 tahun yang nekat pukul kepala seorang remaja pakai broti hingga meninggal dunia, kini mulai diadili di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (21/7/2021).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat menuturkan perkara yang menjerat warga Jalan Pengilar, Medan Amplas itu, berawal pada Minggu 27 Februari 2021 lalu sekira pukul 20.00 WIB.

Saat itu, anak saksi Ardian Syahputra alias Dian bersama dengan teman-teman, sedang berkumpul di rumah saksi Tri Tama Putra yang berada di Jalan Garu 7 Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas.

"Kemudian pada hari minggu tanggal 28 Februari 2021 sekira pukul 01.00 WIB Korban Muhammad Farhan Lubis (17) mengajak anak saksi Ardian, bersama dengan teman-teman lainnya pergi ke Trakindo yang ada di Jalan SM Raja untuk menonton balap liar," kata Jaksa.

Selanjutnya, anak saksi Ardian bersama dengan teman-teman lainnya pun pergi ke Trakindo, secara beriringan dengan menggendarai 7 unit sepeda motor.

Lalu kata Jaksa, sekitar pukul 01.30 WIB anak saksi Ardian pun tiba di depan Trakindo, namun tidak ada balap liar. Selanjutnya mereka pun berjalan.

Namun sampai di bundaran yang ada di depan kantor Polda Sumatera Utara, anak saksi Ardian bersama teman-teman lainnya berputar arah dan kembali menuju ke arah Medan.

"Dimana ketika itu, anak saksi Ardian berboncengan dengan korban Muhammad Farhan Lubis. Saat sedang melintas di Jalan SM Raja Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas tiba-tiba ada 3 orang sedang berlari dari trotoar.

Dimana 3 orang tersebut, masuk ke tengah Jalan Raya dan menghadang anak saksi Ardian, yang berboncengan dengan korban dan anak saksi Tri Arya yang sedang menggendarai sepeda motor," ucap Jaksa.

Saat itu, kata Jaksa terdakwa memukul anak saksi Farhan dengan menggunakan kayu broti, namun saksi berhasil menghodar. Kemudian terdakwa kembali memukul dan berhasil menghindar lagi, dengan cara menundukkan badan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved