Breaking News:

News Video

Pelaku Wisata di Pantai Bulbul Balige Menjerit, Kadispar Toba Sampaikan Mohon Bersabar

Terkait sepinya pengunjung, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Jhon Piter Silalahi menjelaskan bahwa pihaknya kerap mendengarkan keluhan para

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: heryanto

Pelaku Wisata di Bulbul Menjerit Karena Pengunjung Sepi, Kadispar Toba Sampaikan Mohon Bersabar

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA - Pengunjung sepi ke destinasi wisata Desa Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba ini membuat pelaku usaha menjerit. Pasalnya, mereka menggantungkan hidupnya pada kunjungan para wisatawan.

Terkait sepinya pengunjung, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Jhon Piter Silalahi menjelaskan bahwa pihaknya kerap mendengarkan keluhan para pelaku usaha yang ada di lokasi wisata di Kabupaten Toba.

Namun, ia hanya bisa menyampaikan bahwa di kabupaten lain pun, loaksi wisata melakukan pembatasan bagi para pengunjung.

"Mereka mengeluh bahwa pendapatan mereka berkurang. Mereka berharap tempat wisata ini dibuka kembali secara normal. Tapi kan pemerintah tidak mungkin melakukan itu," ujar Kadis Pariwisata Kabupaten Toba Jhon Piter Silalahi saat dikonfirmasi pada Rabu (21/7/2021).

"Dan juga hasil komunikasi kami dengan kabupaten lain bahwa kabupaten lain juga melakukan pembatasan, bukan kita saja," sambungnya.

Ia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar pelaku usaha di lokasi wisata mampu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.

Lanjutnya, ia menyinggung soal pemasaran produk di bidang ekonomi kreatif secara online. Pihaknya telah melakukan beberapa kali pelatihan agar pelaku wisata mengerikan bagaimana cara menjual hasil kerajinan tangan para pelaku usaha.

"Untuk ekraf, kita sudah lakukan edukasi sehingga banyak sekarang ekraf kita yang gunakan online untuk jajakan produknya," terangnya.

Menurutnya, pelaku ekonomi kreatif mengalami kesulitan karena jumlah pesanan menurun tajam seturut menurunnya jumlah pengunjung.

"Sebab wisatawan tidak ada yang datang untuk membeli hasil karya mereka," sambungnya.

"Beberapa kali kita lakukan pelatihan, dan itu ada yang difasilitasi oleh Kemenparekraf. Mereka itu melakukan peningkatan sumber daya dengan menjual produknya secara online," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved