Breaking News:

Stok Vaksin Menipis di Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi Surati Kemenkes Minta Tambahan 2 Juta Dosis

Vaksin yang ada saat ini turut diprioritaskan bagi daerah yang angka kasus covid-19 tinggi di Sumut, salah satunya Kota Medan.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Royandi Hutasoit
Istimewa
Stok Vaksin Menipis di Sumut 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Stok vaksin covid-19 di Sumatera Utara kian menipis. Hal itu tentunya dapat mengganggu program Pemprov Sumut dalam menggalakkan vaksinasi terhadap masyarakat Sumut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah menyebutkan bahwa Gubernur Sumut Edy Rahmayadi telah menyurati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pemenuhan kebutuhan vaksin di Sumut.

Bahkan dalam surat itu, Gubernur Edy meminta Pemerintah Pusat agar mengirimkan 2 juta dosis vaksin covid-19.

"Pak gubernur sudah mengirimkan surat ke Kemenkes, kita minta 2 juta dosis vaksin. Sekarang masih diproses. Kita berharap secepatnya," ungkap Aris, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Rabu (21/7/2021).

Mantan Kadis Kesehatan Asahan itu pun mengungkapkan bahwa terakhir kali Sumut mendapat kiriman vaksin dari Kemenkes sebanyak 12 ribu vial.

Vaksin tersebut kemudian diditribusikan kepada TNI/Polri dan Dinas Kesehatan.

"Target kita, kalau vaksin cukup, maka kita bisa melakukan vaksinasi sesuai target kita sebanyak 120 ribu sehari," ucap Aris.

Ia menjelaskan dalam program vaksinasi ini, Sumut menargetkan sekitar 11 juta warganya dapat disuntik vaksin, demi memenuhi kekebalan imunitas kelompok (herd immunity) dalam upaya memutus penyebaran covid-19.

"Target kita hampri 11 juta masyarakat dapat vaksin. Baru 16 persen yang dapat dosis pertama. Dosis kedua memang kita agak sedikit masih rendah, masih sekitar 4-5 persen. Makanya kita priotitaskan vaksin yang ada saat ini untuk vaksinasi dosis kedua," sebutnya.

Di samping itu, vaksin yang ada saat ini turut diprioritaskan bagi daerah yang angka kasus covid-19 tinggi di Sumut, salah satunya Kota Medan.

"Sehingga kita harus memilih daerah-daerah yang menjadi prioritas pelaksanana vaksinasi. Terutama daerah yang menerapkan PPKM Darurat seperti Medam. Baru daerah-daerah yang menerapkan PPKM Diperketat dan PPKM Mikro," ujarnya.

Terkait covid-19 varian delta, Aris memastikan tidak ada satu pun warga Sumut yang terpapar varian tersebut. Adapun 18 orang ABK SV Miclyn yang sebelumnya positif covid-19 varian delta, kini seluruhnya telah dinyatakan sembuh.

"Varian Delta yang 18 orang itu bukan warga Sumut. Semua sudah sembuh. Dua orang sudah dipulangkan ke kapal, yang sempat di rawat di rumah sakit Belawan. Dari 18 orang, empat warga negara luar negeri, Italia, Afrika Selatan, Malaysia dan Myanmar. Sudah kembali semuanya ke kapal. Karena kapalnya mobile," jelas Aris.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved