Breaking News:

BERITA TERKINI KPK: Hasil Pemeriksaan Ombudsman, Minta Novel Baswedan dkk Dilantik Jadi ASN

Selain penyidik senior KPK Novel Baswedan, mereka yang dinonaktifkan 9 kepala satuan tugas (kasatgas) sedang menangani kasus korupsi kelas kakap

Editor: Salomo Tarigan
Tangkapan Layar MataNajwa
Penyidik KPK Novel Baswedan 

TRIBUN-MEDAN.com - Ombudsman Republik Indonesia  menyampaikan hasil pemeriksaan terkait pelaksaan tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Ombudsman menyebut ada dugaan pelanggaran atau maladministrasi dalam pelaksaan TWK.

Anggota Ombudsman Robert Na Endi Jaweng menyebut perlunya tindakan korektif bagi pimpinan dan sekretaris jenderal KPK terkait TWK.

Pertama, menurutnya, pimpinan dan sekjen KPK harus memberikan penjelasan kepada para pegawai terkait konsekuensi pelaksaan TWK dalam bentuk informasi dan dokumen yang sah.

Baca juga: KABAR DUKA Datang dari Tora Sudiro - Mieke Amalia, Covid Renggut Orang yang Disayangi, Innalillahi

"Pimpinan KPK dan sekjen KPK harus memberikan penjelasan kepada pegawai KPK perihal konsekuensi pelaksanaan asesmen TWK dan hasilnya dalam bentuk informasi atau dokumen sah," kata Robert dalam jumpa pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Tindakan korektif kedua yakni hasil asesmen TWK hendaknya menjadi bahan masukan untuk langkah-langkah perbaikan, baik terhadap individu maupun institusi KPK dan tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Ketiga, terhadap pegawai KPK yang dinyatakan TMS diberikan kesempatan untuk memperbaiki melalui pendidikan kedinasan tentang wawasan kebangsaan.

"Keempat, hakikat peralihan status pegawai KPK menjadi ASN sesuai dengan UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK dan PP Nomor 41 tahun 2020, Putusan MK, Penyataan Presiden Jokowi pada tanggal 17 Mei 2021, serta temuan maladministrasi oleh Ombudsman, maka terhadap 75 pegawai KPK tersebut dialihkan statusnya menjadi pegawai ASN sebelum tanggal 30 Oktober 2021," kata Robert.

Selain penyidik senior KPK Novel Baswedan, mereka yang dinonaktifkan adalah 9 kepala satuan tugas (kasatgas) yang sedang menangani kasus korupsi kelas kakap.

Mereka termasuk dinyatakan 75 orang yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved