Breaking News:

Kepsek MAN 1 Sergai Akui Lontarkan Perkataan Melecehkan ke Perempuan, Berdalih Hanya Seloroh

Kepala Madrasah Aliyah 1 Serdangbedagai Fahri Nasution, langsung bergegas pulang setelah dimintai keterangan di Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Liston Damanik
HO
MAN 1 Sergai, tempat dimana terjadinya dugaan pelecehan seksual terhadap honorer berinisial YE. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Madrasah Aliyah 1 Serdangbedagai Fahri Nasution, langsung bergegas pulang setelah dimintai keterangan di Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Kamis (22/7/21).  

Fahri Nasution yang didampingi seorang kuasa hukumnya lari menghindari wartawan yang ingin mewawancarainya usai memberikan klarifikasi perihal dugaan pelecehan seksual terhadap YE staf perpustakaan sekolah. 

Amatan Tribun Medan, Fahri Nasution hadir dan dimintai klarifikasinya sekitar pukul 15.00 WIB dan keluar sekitar pukul  16.40 WIB. 

Saat keluar, ia bersama kuasa hukumnya bergegas dengan cepat melewati sejumlah wartawan yang telah menunggunya di ruang tengah kantor Ombudsman. 

Kuasa hukumnya pun terdengar menyuruh Fahri untuk mempercepat langkah agar tidak sempat diwawancarai. 

"Ayo, lari! Lari!" kata kuasa hukum pada Fahri. 

Baca juga: Kepsek MAN Sergai Dilaporkan Staf Perpustakaan atas Dugaan Pelecehan Seks

Keduanya kemudian berlari ke arah mobil hitam yang diparkir di seberang kantor. Ia tak menghiraukan wartawan yang mencecarnya hingga ke mobil. 

Tak ada sepatah kata pun yang ia ucapkan atas pertanyaan wartawan. Bahkan menoleh ke arah kamera pun ia enggan. 

Mobil hitam yang ditumpangi Fahri Nasution kemudian pergi meninggalkan kantor Ombudsman Sumut. 

Di samping itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengatakan klarifikasi kepada FN dilakukan dalam rangka menelusuri kebenaran peristiwa yang dilaporkan YE  terkait pelecehan seksual ke Polres Sergai. 

"Waktu klarifikasi tadi ada banyak yang dibantah oleh FN. Namun, ada juga yang diakui oleh yang bersangkutan," sebutnya. 

Salah satu yang diakui Fahri Nasution, menurut Abyadi adalah soal perkataan yang menjurus kepada perkataan yang merendahkan martabat wanita. 

"Tapi menurut yang bersangkutan itu hanya seloroh, guyonan," ungkapnya. 

Menurutnya, mereka masih akan menelusuri lebih jauh laporan ini dengan melakukan klarifikasi kepada pihak terkait lainnya seperti Polres Sergai dan Kanwil Kemenag Sumut.

"Klarifikasi ke Kanwil Kemenag rencananya dilakukan Senin (26/7/21)," tutupnya. (cr8/tribun-medan.com)  

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved