Breaking News:

Kolam Renang Tutup Selama Pandemi, Muhammad Aziiz Sukani Beralih Jadi Atlet Balap Sepeda

Muhammad Aziiz Sukani yang telah mengukir prestasi di olahraga renang, beralih menjadi atlet sepeda.

Penulis: Sofyan akbar | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Muhammad Aziiz Sukani mempersiapkan diri untuk mengikuti PON XXI Aceh-Sumut 2024. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Muhammad Aziiz Sukani yang telah mengukir prestasi di olahraga renang, beralih menjadi atlet sepeda.

Atlet binaan KONI Kota Medan ini sedang fokus latihan jelang Seleksi Daerah (Selekda) tahap II atlet sepeda menuju PON XXI/2024 Sumut-Aceh. 

Pria yang akrab disapa Aziiz ini lolos pada tahap I selekda di nomor road race yang digelar pada Sabtu (20/3/2021) kemarin.

"Alhamdulillah lolos untuk seleksi tahap awal. Saat ini terus fokus latihan untuk memperbaiki waktu tempuh di nomor road race jelang menghadapi seleksi tahap II yang akan digelar September, mendatang", ujar Aziiz, Kamis (22/7/2021).

Anak dari pasangan Sagi Sukani dan Irma Yanti ini menekuni olahraga renang pada usia 12 tahun dengan bergabung di klub renang Tirta Prima Medan. 

Pemuda kelahiran Medan ini telah mmeraih 2 emas dan 3 perak pada Pekan Olahraga Wilayah Kota Medan V/2019. Selanjutnya mendulang 1 perak dan 1 perunggu kejuaraan renang antar pelajar memperebutkan Piala Gubsu 2017, menggondol 2 perak dan 1 perunggu Porwil Kota Medan III/2017, perunggu Porkot Medan IX/2017, perak kejuaraan nasional piala Gubernur Riau 2018, 2 perunggu Porwil Kota Medan IV/2018 dan emas kejuaraan renang Piala Camat se-Kota Medan. 

Pemilik tinggi 168 cm dan bobot badan 56kg juga mendapat kepercayaan dari Dispora Sumut untuk mengikuti training camp di Malaysia pada tahun 2016. 

Sejak pandemi melanda Indonesia sejak Maret 2020 telah membuat perubahan perilaku kehidupan masyarakat di berbagai sektor termasuk sektor olahraga. 

Untuk menekan penyebaran virus Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan peraturan agar masyarakat menghindari kerumunan dan menutup sementara fasilitas yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat,  salah satunya kolam renang.

"Saya tidak bisa latihan renang, lalu mencoba ikut latihan bersepeda. Karena banyak even-even yang membuat saya menjadi semangat dalam bersepeda lalu menyukainya dan membuat menjadi lebih fokus berlatih untuk target kedepannya," sebut pelajar kelas XII SMA Namira Medan ini. 

Ia mengaku bersepeda memang hobi dari kecil, selain renang. Hal ini mencoba ikut even sepeda. Even pertama kali diikuti latihan Bersama KOM Telagah Binjai 2021, meraih juara 4. 

"Saya sudah mendapatkan prestasi pertama di sepeda, berawal dari situ lebih berbakat dan lebih menyukainya sehingga termotivasi untuk mengukir prestasi di masa mendatang untuk mengharumkan nama kota Medan," tutur atlet yang dilahirkan 29 Maret 2004 ini. 

Pendoyan soto ini memulai karir di olahraga sepeda sejak Agustus 2020. Meskipun sebagai wajah baru dirinya bertekad untuk menggeluti balap sepeda jalan menggunakan jenis sepeda road bike (sepeda balap), yang mengutamakan kecepatan. 

Road race biasanya dilakukan pada jalan umum, yang bisa disterilkan dari kendaraan lain, atau ada juga yang tidak. Apalagi Cabor road race sudah dipertandingkan sejak Olimpiade modern di Athena pada tahun 1896.

"Insya Allah saya akan memberikan prestasi terbaik yang akan dipersembahkan kepada ketua orangtua, pelatih, KONI Medan dan ISSI Medan" pungkas atlet dibawah binaan pelatih Irwansyah Bastio ini. (akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved