Breaking News:

MIRIS, Terkuak Identitas Enam Dalang Penjarahan Belawan masih Bawah Umur, Perakit Bom Diburu

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhammad Dayan menjelaskan bentrokan yang terjadi bukan karena Isu SARA.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhammad Dayan menunjukkan enam pelaku pelemparan bom molotov dan penjarahan. (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK) 

TRIBUNMEDAN.COM, MEDAN - Polisi membeberkan identitas enam dalang di balik pelemparan bom molotov dan penjarahan yang terjadi di Jalan Medan-Belawan Km 20,5 Kelurahan Belawan Bahari, Medan Belawan.

Keenam pelaku yang ditangkap tersebut mayoritas masih remaja dengan masing-masing identitas, MS (17), K (17), RA (17), AP (17), AA (14) dan BWB (31).

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhammad Dayan menunjukkan enam pelaku pelemparan bom molotov dan penjarahan. (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhammad Dayan menunjukkan enam pelaku pelemparan bom molotov dan penjarahan. (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK) (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhammad Dayan menjelaskan bentrokan yang terjadi bukan karena Isu SARA.

Namun karena hal sepele berupa saling ejek yang selama ini biasa terjadi antar warga disana yang dipisahkan oleh sungai.

"Atas ejek - ejekan tersebut tersangka BS yang saat ini DPO mengajak teman-temannya warga Yong Panah Hijau untuk patungan merakit bom molotov dan menyerang warga Maden Baru," bebernya, Rabu (21/7/2021) malam.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhammad Dayan menunjukkan enam pelaku pelemparan bom molotov dan penjarahan. (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhammad Dayan menunjukkan enam pelaku pelemparan bom molotov dan penjarahan. (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK) (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Lalu, akibat serangan Bom Molotov tersebut beberapa rumah dan warung milik warga mengalami kerusakan dan ada Bom molotov yang jatuh di halaman Gereja Pentakosta yang terletak di lokasi TKP.

"Atas serangan tersebut, warga Maden Lama menyerang balik kelompok BS sampai kembali ke Yong Panah Hijau dan mengajak teman - temannya yang lain hingga bentrokan pun semakin meluas.

"Jadi enam orang yang kami tangkap ini merupakan pelaku penyerangan dan penjarahan ke rumah dan toko milik warga yang rusak akibat bentrokan tersebut. Dimana 1 diantaranya sudah dewasa sementara lima lainnya masih dibawah umur," tutur Dayan.

Ia menerangkan terkait adanya isu sara yang beredar dirinya sudah datang ke masjid dan gereja yang ada disana dan menjelaskan kepada pengurus bahwa isu sara tersebut tidak ada.

Dimnan bentrokan yang terjadi adalah bentrokan yang sudah direncanakan karena permasalahan sepele ejek-ejekan.

"Saya juga sudah mengumpulkan Camat, Lurah dan Kepling untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi dan menyiagakan personil Polres Pelabuhan Belawan dibantu personil Brimob dan Sabhara Polda di lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan", sambung Kapolres.

Dayan mengimbau kepada warga untuk tidak mudah terprovokasi dan ikut-ikutan mengingat situasi saat ini sedang PPKM Level 4 dimana kita semua harus menghindari kerumunan.

"Sebab dari 6 yang kita tahan ternyata 1 di antaranya reaktif covid19," bebernya.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved