Breaking News:

Perpanjangan PPKM Darurat

PPKM Darurat Sumut Diperpanjang, Lion Air hanya Melayani Penerbangan Sektor Esensial dan Kritikal

Danang menuturkan dokumen yang harus dibawa yakni bagi kepentingan perjalanan sektor esensial dan kritikal wajib menunjukkan STRP

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Randy P.F Hutagaol
HO / Tribun Medan
LION AIR. (HO / Tribun Medan) 

PPKM Darurat Sumut Diperpanjang, Lion Air Group Hanya Melayani Penerbangan Sektor Esensial dan Kritikal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Corporate Communications Strategic of Lion Air Group,tutupnya Danang Mandala Prihantoro mengutarakan sesuai Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/ 28/ INST/ 2021 tentang Perubahan Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/ 26/ INST/ 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019, maka penerbangan Lion Air Group hanya melayani penerbangan sektor esensial dan kritikal.

Pembatasan pelayanan penerbangan ini berlaku hingga 25 Juli 2021.

"Kepentingan perjalanan melalui Lion Air Group dari dan ke Sumatera Utara hanya berlaku untuk pekerja sektor esensial, pekerja sektor kritikal, keperluan mendesak seperti pasien sakit keras, ibu hamil dengan jumlah pendamping maksimal 1 orang, kepentingan bersalin dengan jumlah pendamping maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal 5 orang. Hanya untuk di atas 18 tahun yang bisa melakukan penerbangan dan di bawah 18 tahun tidak bepergian terlebih dahulu," kata Danang, Kamis (22/7/2021).

Ditambahkannya sektor esensial dalam hal ini yakni keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat, perhotelan non penanganan karantina, industri orientasi ekspor dimana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki IOMKI (Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri).

Kemudian sektor kritikal terdiri dari kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, energi, logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman dan penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan, petrokimia, semen dan bahan bangunan, objek vital nasionl, proyek strategis nasional, konstruksi, dan untilitas dasar (listrik, air, pengelolaan sampah).

Dalam hal ini, Danang menuturkan dokumen atau surat keterangan yang harus dibawa yakni bagi kepentingan perjalanan sektor esensial dan kritikal wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang dapat diakses pekerja dari pimpinan di instansi pekerjaan dan untuk masyarakat dari pemerintah daerah setempat.

Untuk keperluan mendesak wajib menunjukan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari rumah sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, surat keterangan kematian atau surat keterangan lainnya.

"Harap memperhatikan masa berlaku dari hasil uji kesehatan sesuai ketentuan, bahwa hasil negatif berlaku sejak surat/ sertifikat hasil uji kesehatan diterbitkan/ dirilis dan wajib melakukan vaksin minimal dosis 1 (pertama) dan menunjukkan kartu/ sertfikat vaksin," ujar Danang.

Sedangkan perjalanan untuk kepentingan khusus (mendesak), kondisi hamil atau sakit tertentu yang belum/ tidak divaksin harus menunjukkan surat keterangan medis yang valid dan asli dari dokter spesialis, yang menyatakan sehat dan alasan detail tidak dapat divaksin.

Selain itu penumpang yang transit dan transfer masih di area ruang tunggu (tidak keluar dari bandar udara), maka tidak mengikuti PPKM level 4 dan PPKM mikro level 4dan level 3, dan penumpang transit dan transfer dengan keluar bandar udara, maka wajib mengikuti ketentuan PPKM level 4 dan PPKM mikro level 4 dan level 3.

"Harap memperhatikan dan mengikuti apabila di bandar udara tujuan diberlakukan pemeriksaan kesehatan secara ulang atau acak yang dilakukan oleh otoritas/ lembaga setempat," tutupnya.

(cr20/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved