Breaking News:

Tawuran dan Penjarahan di Belawan, Petugas Bersama Warga Perbaiki Rumah Rusak dan Bersihkan Bebatuan

Petugas dari kepolisian dan kantor kecamatan bersama warga bergotong-royong memperbaiki rumah dan membersihkan lingkungan yang porak poranda.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Petugas dari kepolisian, kantor kecamatan bersama warga bergotong-royong memperbaiki dan membersihkan rumah warga yang rusak akibat tawuran di Belawan, Kamis (22/7/2021). 

TRIBUNMEDAN.com, MEDAN - Petugas dari kepolisian dan kantor kecamatan bersama warga bergotong-royong memperbaiki rumah dan membersihkan lingkungan yang porak poranda akibat tawuran di Belawan, Kamis (22/7/2021). 

Total ada lima ruko yang dirusak dan tiga kios yang dibakar oleh para massa tawuran ricuh pada, Rabu (21/7/2021) subuh.

Terlihat puluhan warga bergotong-royong membersihkan puing-puing bekas kebakaran dan membersihkan bebatuan dan kaca yang ada. 

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Muhammad Dayan menerangkan bahwa kondisi saat ini kondusif di lokasi tawuran di Jalan Medan-Belawan Km 20,5 Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan. 

Dimana pihaknya bersama kecamatan, kelurahan tengah memperbaiki rumah warga yang rusak akibat lemparan batu. 

Baca juga: Toko Grosirnya Dijarah Puluhan Pemuda, Opung Simatupang Ketakutan dan Bersembunyi di Kamar

Baca juga: Tawuran dan Penjarahan di Belawan, Pengusaha Depot Air Isi Ulang Ini Minta Pemerintah Beri Rasa Aman

"Situasi saat ini aman dan kami dari Polri bersama kecamatan dan kelurahan bergabung untuk memperbaiki rumah warga yang terkena lemparan. Rumah warga yang rusak dari pihak kecamatan, dari warga semua memperbaiki. Diperbaiki sama-sama yang rusak-rusak," jelasnya. 

Warga bergotong-royong membersihkan bekas bebatuan dan puing bekas dari tawuran. 

"Termasuk yang ada batu dan kaca sebagainya, warga bergotong royong membersihkan lingkungannya masing-masing. Rumah yang rusak ada lima, dan saat ini sedang diperbaiki oleh warga bersama-sama," jelasnya.

Dayan menegaskan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan seluruh elemen masyarakat untuk membuat surat pernyataan tidak akan melaksanakan aksi tawuran lagi. 

"Kemarin sore sudah kita kumpulkan seluruh elemen masyarakat, lurah, camat, kepling, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda mereka membuat pernyataan sikap tidak akan tawuran lagi," jelasnya. 

Dimana untuk otak pelaku lainnya dalam tawuran ricuh dengan menggunakan bom molotov ini masih dikejar oleh pihak kepolisian.

"Kemarin sudah tertangkap, nanti masih ada yang belum tertangkap masih kita lakukan pengejaran," tegasnya. (vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved