Breaking News:

Antisipasi Penyebaram Covid-19, Pemkab Karo Terapkan Pembatasan Jam Malam

Untuk pasar swalayan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 22.00 WIB.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
PETUGAS Dinas Perhubungan Medan mengatur arus lalu lintas saat dilakukan penyekatan di Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (22/7/2021). Penyekatan jalan tersebut merupakan perpanjangan aturan PPKM Darurat guna mengantisipasi penyebarab Covid-19 di Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Kabupaten Karo menerapkan PPKM Mikro sebagai langkah mengantisipasi penyebaran virus Corona. Dengan status mikro ini, aktivitas masyarakat masih dapat berjalan namun belum terlalu dibatasi.

Sebagai langkah membatasi kegiatan masyarakat di masa pandemi, Pemkab Karo menerapkan kebijakan berupa pembatasan jam malam. Kebijakan ini diambil untuk membatasi kegiatan masyarakat dan mencegah penyebaran Covid-19.

"Untuk mencegah penyebaran virus corona, kita menerapkan pembatasan jam malam untuk membatasi kegiatan masyarakat," ujar Bupati Karo Cory br Sebayang, Jumat (23/7/2021).

Dikatakannya, pembatasan jam malam ini telah diberlakukan mulai Rabu (21/7) lalu. Berdasarkan surat edaran yang ada, pembatasan kegiatan di jam malam ini terutama diberlakukan bagi sektor usaha terutama pasar, swalayan, hingga tempat usaha yang menyediakan makanan dan minuman.

Berdasarkan surat edaran Bupati Karo nomor 49/2021 ini, untuk pasar swalayan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 22.00 WIB. Bagi sektor usaha penyedia makanan dan minuman yang buka sejak pagi, jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Sedangkan untuk lokasi usaha yang buka pada sore hari, dibatasi hingga pukul 00.00 WIB.

Baca juga: Lokasi Wisata Terdampak PPKM, Disparbud Karo : Kita Belum Ada Lakukan Penutupan

"Untuk jam malam, toko yang menyediakan bahan pokok kita tetapkan jam operasionalnya sampai jam 20.00 WIB saja. Sedangan cafe, kita minta untuk pemesanan dibawa pulang," ucapnya.

Dikatakannya, pihaknya juga telah menetapkan untuk aktivitas seperti pelaksanaan pesta dan lainnya telah dihentikan sementara untuk di daerah yang masuk zona merah. Selain di jambur, pihaknya juga telah melarang aktivitas pesta di balai pertemuan lainnya meskipun di hotel.

Berdasarkan data yang didapat dari Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, hingga saat ini jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Karo mencapai 1.276 kasus. Dengan rincian kasus yang masih aktif dan sedang menjalani isolasi sebanyak 194 kasus. Untuk kasus yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 958 kasus. Sementara untuk yang meninggal, tercatat sebanyak 124 kasus. (cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved