Breaking News:

Kejaksaan Dipencundangi Jabiat Sagala dalam Kasus Korupsi Bansos Covid-19 di Kabupaten Samosir

Terkait kasus ini, pihak Kejaksaan Negeri Samosir menjelaskan bahwa pihaknya telah digugat tersangka dalam praperadilan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
HO/Tribun Medan
Jabiat Sagala, Tersangka Korupsi Bansos Covid 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Samosir masih terus bergulir.

Terkait kasus ini, pihak Kejaksaan Negeri Samosir menjelaskan bahwa pihaknya telah digugat tersangka dalam praperadilan.

Dalam sidang praperadilan yang diselenggarakan pada tanggal 12 Juli 2021 lalu, pihak Pengadilan Negeri Balige memutuskan bahwa penetapan tersangka kasus tersebut tidak sah. 

"Pada intinya, tanggal 12 Juli 2021 kemarin, adanya putusan pengadilan yang memenangkan gugatan praperadilan dari tersangka," ujar Kasi Intel Kejari Samosir Tulus Tampubolon saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Jumat (23/7/2021). 

"Dalam putusan itu menyatakan status tersangkanya tidak sah, tidak berkekuatan hukum katanya. Menurut mereka, menurut putusan hakim, harus ada dulu kerugian negara secara nyata," sambungnya. 

Kasus tersebut masih bergulir hingga Pengadilan Negeri Balige. Dan pada putusan praperadilan, penetapan sebagai tersangka dalam kasus tersebut dinyatakan tidak sah. 

"Pada saat penetapan, sudah harus ada kerugian negara. Belum sempat ke Tipikor di PN Medan, masih di PN Balige," sambungnya. 

Lalu, ia menyampaikan bahwa pihak Kejaksaan Negeri Samosir tidak sepakat dengan keputusan hakim di Pengadilan Negeri Balige. 

"Kami pada intinya, tidak sependapat dengan putusan  hakim, yang menyatakan ada kerugian negara dulu. Sebelumnya, tidak ada kerugian negara, kita bisa menetapkan tersangka dan perkara yang lain juga yang sekarang sudah naik ke persidangan," sambungnya. 

Sehingga, pihaknya akan melakukan penyidikan ulang terkait kasus ini dengan terlebih dahulu menyampaikan ke pihak pimpinan mereka. 

Ia menjelaskan bahwa penyidikan ulang akan dikendalikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. 

"Kita sudah lapor ke pimpinan, bahwa pimpinan akan melakukan penyidikan ulang yang dikendalikan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara," tuturnya

"Atas menangnya di praperadilan, penetapan tersangkanya dicabutlah. Mereka memenangkan gugatan praperadilan. Jadi, usah balik lagi ke awal," sambungnya. 

"Ini putusan praperadilan ya, bukan putusan tindak pidananya," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved