Breaking News:

KRONOLOGI Meninggalnya Mahasiswa Setelah Divaksin, Ibunda Irwin Perdana Bilang Awalnya Anaknya Sehat

Rahma Dewi (42) ibunda Irwin Perdana Nasution (21) menceritakan kronologi meninggal anaknya pascadivaksin di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Salomo Tarigan
Tribun Medan/victory
Rahma Dewi (42) ibunda Irwin Perdana Nasution (21) menceritakan kronologi meninggal anaknya pascavaksinasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Rahma Dewi (42) ibunda Irwin Perdana Nasution (21) menceritakan kronologi meninggal anaknya pascadivaksin di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan di Belawan.

Irwin merupakan mahasiswa semester 6 di Politeknik Pariwisata Medan (Poltekpar) yang meninggal usai beberapa hari dirawat di Rumah Sakit

Ia menerangkan bahwa awalnya anaknya berangkat vaksin tanggal 5 Juli 2021 bersama adiknya, paman, sepupunya dan tantenya berjumlah total 5 orang ke Kantor Kesehatan Kelas I Medan di Belawan.

Rahma Dewi (42) ibunda Irwin Perdana Nasution memperlihatkan foto anaknya saat divaksin
Rahma Dewi (42) ibunda Irwin Perdana Nasution memperlihatkan foto anaknya saat divaksin (TRIBUN MEDAN/Victory Arrival)

Dimana saat berangkat Dewi menyebutkan anaknya tersebut dalam keadaan sehat walafiat tanpa sakit gejala apapun.

"Awalnya di tanggal 5 Juli anak saya pergi vaksin bersama adiknya, omnya, sepupunya dan tantenya. Waktu dari rumah anak dalam keadaan sehat, tanpa ada keluhan sakit segala macamlah," bebernya, Jumat (23/7/2021) di rumahnya di Jalan Karya Setia, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

Ia menyebutkan sepulang dari vaksin, anaknya langsung demam tinggi hingga tak sembuh-sembuh meski telah diberikan obat selama berhari-hari.

"Pulang dari vaksin, malamnya demam tinggi. Saya pikir karena reaksi obat, jadi dikasih obat demam. Ternyata enggak turun panasnya. Keesokan harinya dikasih juga obat dan kebetulan opanya (kakek) dokter. Opanya mengecek kondisi cucunya dan memberikan obat dan ternyata juga tidak sembuh," tuturnya.

Kemudian, setelah beberapa hari kondisi Irwin makin parah hingga hilang indra penciuman dan perasa.

"Setelah itu kelang beberapa hari, anak itu hilang indra penciuman dan indra perasa. Dan mertua menggantikan obat. Tidak sembuh juga hanya yang berkurang batuk," jelasnya.

Hingga, akhirnya dirinya memutuskan untuk melakukan swab antigen dan PCR di Rumah Sakit Imelda Medan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved