Lima Kecamatan di Kabupaten Sergai Disapu Angin Puting Beliung, Rumah Warga Runtuh

Lima kecamatan di Kabupaten Sergai disapu angin puting beliung pada Kamis (22/7/2021) petang kemarin

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
HO
Satu unit rumah milik warga di Kabupaten Sergai rusak akibat disapu angin puting beliung, Kamis (22/7/2021) petang. Ada lima kecamatan yang terdampak dalam peristiwa ini.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI-Pada Kamis (22/7/2021) petang kemarin, lima kecamatan di Kabupaten Sergai disapu angin puting beliung.

Akibat kejadian ini, rumah warga ada yang atapnya terbang, bahkan ada yang runtuh total.

Dari penuturan Kepala BPBD Kabupaten Sergai Henry Suharto, lima kecamatan yang terdampak angin puting beliung itu yakni Kecamatan Tebing Tinggi, Kecamatan Sipispis, Kecamatan Serbajadi, Kecamatan Dolok Masihul, dan Kecamatan Pegajahan.

Baca juga: PATUMBAK dan Percut Kerap Dilanda Angin Puting Beliung, Ini Penjelasan BPBD Deliserdang

"Kejadiannya sekira pukul 18.00 WIB," kata Henry Suharto, Jumat (23/7/2021).

Dia menjelaskan, di Kecamatan Tebing Tinggi, khususnya di Desa Kutabaru, Dusun VII, terdapat empat rumah yang mengalami kerusakan, beserta satu sekolah dasar.

Kemudian, di Kecamatan Sipispis terdapat 15 rumah yang rusak beserta satu unit puskesmas.

Di Desa Serbananti, terdapat empat rumah dan fasilitas umum gardu wakaf.

Baca juga: Kisah Pedagang Nasi Korban Angin Puting Beliung, Seng Terbang Hingga Makanan Penuh Air

Sedangkan di Desa Sipispis terdapat dua rumah.

Untuk Kecamatan Serbajadi, Desa Pulau Gambaran, Dusun XIV, terdapat dua rumah yang rusak.

"Kecamatan Pegajahan, Desa Sena, ada satu rumah. Dan di Kecamatan Dolok Masihul sebanyak 24 rumah rusak," ujar Henry.

Dari laporan yang dia terima, belum ada ditemukan korban jiwa dalam peristiwa ini. 

Mereka yang rumahnya rusak saat ini mengungsi ke rumah kerabat dan jiran tetangga.

Baca juga: Ngeri 26 Rumah di Marindal Porak-poranda Diterjang Angin Puting Beliung

"Total kerusakan rumah penduduk di Sergai dari beberapa kecamatan berjumlah 52 dan Fasilitas umum tiga unit," ujar Henry.

Untuk saat ini, pihaknya sudah membuat dapur umum bagi para korban.

"Kami buat dapur umum bagi warga yang terdampak musibah, melakukan pemanfaatan fasilitator desa dan posko,"

"Kami juga terus melakukan survei dan pendataan para warga yang tekena musibah ini," tutup Henry Suharto. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved