Breaking News:

OJK Regional 5 Gelar Edukasi Bursa Saham & Bursa Jangka, Masih 2 Persen Jumlah Investor di Indonesia

Bahkan jumlah investor paling banyak ada di Pulau Jawa lalu disusul Sumatra. Investor di Pasar modal ini didominasi oleh kaum millenial. 

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/Yufis
Narasumber menyampaikan materi tentang bursa efek dan bursa jangka secara virtual zoom, Jumat (23/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Utara gelar edukasi bursa saham dan bursa jangka secara virtual zoom, Jumat (23/7/2021). 

Dalam kegiatan ini, Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Medan Muhammad Pintor Nasution sebagai narasumber mengutarakan jumlah investor pasar modal di Indonesia masih 2 persen dari total penduduk Indonesia.

Bahkan jumlah investor paling banyak ada di Pulau Jawa lalu disusul Sumatra. 

Baca juga: REKAMAN CCTV Tiga Pria Nekat Curi Motor Nmax di Komplek Kodam

Investor di Pasar modal ini didominasi oleh kaum millenial. 

"Tercatat juga sampai saat ini sudah ada 739 perusahaan telah bergabung dan terus bertambah di pasar modal secara menyeluruh sehingga kinerja saham perusahaan dalam 10 tahun terakhir ini ada 395 saham naik atau 54.18 persen," kata Pintor. 

Selanjutnya Pintor menjelaskan pasar modal merupakan tempat bertemunya perusahaan tercatat dengan investor melalui saham, obligasi, dan lainnya. 

Dengan memiliki manfaat diantaranya menciptakan lapangan kerja, sarana investasi, penyebaran kepemilikan ke seluruh lapisan masyarakat, sumber pembiayaan, keterbukaan dan profesionalisme, dan iklim usaha yang sehat. 

"Maka peran bursa efek yakni membuat aturan, menyebarluaskan informasi, menyediakan sarana perdagangan efek, mencegah yang dilarang bursa, menciptakan instrumen dan jasa baru, serta mengupayakan likuiditas," ujar Pintor. 

Baca juga: Artis Cantik Ini Jadi Permaisuri Anak Petinggi Pertamina, Kini Jadi Ratu di Rumah Mewah Bak Istana

Setelah itu Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan dan Pengembangan Pasar Bappebti Kemendag Sahudi mengatakan terkait bursa jangka di Indonesia saat ini telah ada 2 bursa berjangka, 2 lembaga kliring berjangka, 9 bank penyimpanan margin, 68 pialang berjangka, 1.521 WPB, 111 perdagangan berjangka, 7 pialang PALN, dan 170 kantor cabang pialang berjangka. 

"Perdagangan berjangka ini memiliki empat karakter yaitu jual beli komoditi, berdasarkan kontrak berjangka, penarikan margin, penyelesaian kemudian (penyerahan barang/penyelesaian tunai/cash settlement. Bentuk kontrak standar jual beli komifuti antara lain jenis, mutu, jumlah, lot, tick size dan penyelesaian," kata Sahudi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved