Breaking News:

Pendapatan Masyarakat Menurun, Jumlah Sapi Kurban di Siantar Turun Drastis

Kurban dari tiap-tiap masjid berkurang seiring dengan melemahkan ekonomi atau penghasilan masyarakat.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
KAPOLRES Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar menyerahkan kurban kepada tokoh agama dan Polsek Siantar Martoba, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Jumlah hewan kurban yang disembelih pada momentum Idul Adha di Kota Pematangsiantar semakin menurun. Pandemi Covid-19 menjadi buntut kian sedikitnya partisipasi masyarakat untuk menggelar kurban.

Ketua Dewan Masjid Kota Pematangsiantar, Armaya Siregar menjelaskan, kurban dari tiap-tiap masjid berkurang seiring dengan melemahkan ekonomi atau penghasilan masyarakat.

"Jika sebelumnya hewan qurban lembu mencapai 800 ekor, di tahun ini hanya 459. Sementara kambing tercatat sebanyak 201 ekor. Data ini diperoleh dari laporan 56 masjid," kata Armaya, Jumat (23/7/2021).

Namun masih ada beberapa masjid dan kelompok tertentu tidak melaporkannya kepada pengurus Dewan Masjid.

Baca juga: Hewan Kurban Idul Adha di Siantar Tahun Ini Turun Drastis, Dewan Masjid Imbau Saling Berbagi

Dikatakannya, tradisi membeli hewan kurban dilaksanakan secara tetapi mencicil tiap bulan dan dilakaanakan kelompok masyarakat ataupun pengurus masjid. Namun belakangan banyak pengurus masjid yang tidak terlibat atau tidak menjadi peserta.

"Tapi setahun ini banyak yang mengalami putus hubungan kerja atau menganggur. Jadi berkurang lah (pendapatan). Kalau menurut pengurus masjid begitulah ceritanya," katanya.

Melihat fenomena di tengah pandemi Covid-19 ini, Dewan Masjid sudah mendorong pengurus masjid yang memiliki beberapa hewan qurban berbagi dengan masjid yang tidak memiliki hewan kurban.

"Seperti semalam kita menyerahkan hewan kurban dari Wakil Gubernur ke masjid yang ada di Jalan Wahidin karena di sana tidak ada kurban. Beberapa tempat berlebih hewan qurbannya kita arahkan ke masjid lain," ujarnya.

Ia berharap daging hewan kurban bisa dirasakan banyak orang khususnya masyarakat miskin, baik dari kalangan muslim maupun nonmuslim.

"Jika tahun sebelumnya mungkin satu orang bisa dapat 3 kg, sekarang bisalah dikurangi agar dapat dibagikan kepada yang lainnya," terangnya.

"Pada prinsipnya kurban ini adalah berbagi. Jadi tidak hanya untuk umat muslim saja yang berhak mendapatkannya. Kepada nonmuslim yang ada di sekitar kita bisa juga berbagi," katanya.(alj/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved