Breaking News:

Terekam CCTV Ayah Tega Pukul Putri Kandung dan Mantan Istri Berulang kali, Ternyata Ini Penyebabnya

Dalam rekaman kamera CCTV yang berdurasi lebih kurang satu menit, tampak Sofyan diduga memukul atau menampar anaknya.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
HO
Rekaman kamera CCTV saat Muhammad Sofyan Lubis diduga memukul anak kandungnya S (15 ) di warung milik mantan istrinya di Jalan Sei Jenggi, Pasar 3, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (23/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Seorang pria  diduga melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya yang masih di bawah umur dan kerap berulang kali diduga memukuli mantan istri yang bertempat tinggal di Jalan Sei Jenggi, Pasar 3, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai).

Diduga kekerasan ini dilakukan oleh pria bernama Muhammad Sofyan Lubis (40) terhadap putri kandungnya berinisial S (15), yang di mana aksinya tertangkap kamera CCTV warung milik mantan istrinya yang merupakan juga diduga korban kekerasan yang bernama Tengku Zul Hafni (35).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sumut Melonjak 238 Persen Sepekan, Plt Kadiskes Sumut: Gawat, Enggak Lah

Setelah bercerai dari mantan istrinya, Muhammad Sofyan Lubis bertempat tinggal di Jalan Sungai Bulu, Dusun Bakti, Simpang Petani, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai (Sergai).

Dalam rekaman kamera CCTV yang berdurasi lebih kurang satu menit, tampak Sofyan diduga memukul atau menampar anaknya S di depan warung Tengku Zul Hafni.

Saat wartawan www.tribun-medan.com mendatangi lokasi kejadian, Tengku Zul Hafni menceritakan bagaimana awalmula terjadinya diduga kekerasan yang dialami anaknya dan dirinya, yang dilakukan oleh mantan suaminya tersebut.

"Waktu bulan Januari 2021 kemarin, saya awalnya di pukul pakai sapu sama mantan suami saya ini. Terus adik saya perempuan dijepitnya pakai pintu setelah itu di pukulnya juga," ujar Zul Hafni, Jumat (23/7/2021).

Lanjut wanita yang kerap disapa Hafni, mendapat kekerasan tersebut dari mantan suaminya, ia pun membuat laporan ke Polsek Perbaungan. 

Baca juga: Resep dan Cara Membuat Es Kelapa Campur, Rasanya Enak dan Menyegarkan

"Jadi saat itu di tanya sama petugas polseknya, mana buku nikah saya, sementara itu buku nikah di pengadilan karena saya sedang mengurus perceraian saya. Jadi karena tidak ada buku nikah, kata petugas polsek itu, mereka tidak bisa bekerja tanpa buku nikah. Jadi enggak di proses, dan saya enggak di panggil-panggil sama pihak Polsek Perbaungan," ujar Hafni. 

Sekitar bulan Mei 2021 Hafni mengatakan, anak perempuannya berinisial S (15) diduga di pukul Sofyan dan tertangkap kamera CCTV, gara-gara anak paling besarnya, massenger an atau bertukar pesan di media sosial sama temannya. 

"Kejadiannya ini setelah saya sah pisah dengan Sofyan pada bulan Maret 2021. Jadi isi pesannya itu, anak saya ini gak terima kalau mantan suami saya (Sofyan) punya perempuan lain sebelum resmi bercerai sama saya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved