Breaking News:

41 Hari Perjalanan Menuju Istana Presiden, Togu Simorangkir Kirimkan Sepucuk Surat Untuk Jokowi

Dalam surat yang ditulis tangan dengan tinta hitam pada secarik kertas, Togu Simorangkir menyampaikan isi hatinya kepada Presiden Jokowi.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Togu Simorangkir, aktivis di Kabupaten Toba yang akan jalan kaki ke Jakarta menemui Presiden RI joko Widodo, Senin (14/6/2021). Togu akan meminta Jokowi menutup PT TPL yang dianggap merugikan masyarakat.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Setelah berjalan selama 41 dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Balige menuju Istana Presiden Joko Widodo di Jakarta, aktivis yang tergabung dalam Aliansi Jalan Kaki (Ajak) Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup TPL kirimkan sepucuk surat kepada Presiden RI Joko Widodo.

Dalam surat yang ditulis tangan dengan tinta hitam pada secarik kertas, Togu Simorangkir menyampaikan isi hatinya kepada Presiden Jokowi.

"Bersama dengan surat ini, kam i dari Tim 11 Ajak Tutup TPL (Aliansi Jalan  Kaki) Tutup Toba Pulp Lestari  (TPL) dari Toba ke Jakarta memohon kiranya waktu Bapak Presiden untuk kesediaan waktunya mendengar aspirasi kami mengenai kawasan Danau Toba," tulis Togu Simorangkir pada selembar kertas pada hari ini, Sabtu (24/7/2021).

Dalam surat yang ditulis pada hari ini, Sabtu (24/7/2021) ini, ia mengisahkan bahwa timnya sudah berjalan selama 41 hari dengan tujuan menyampaikan aspirasi seputar Danau Toba kepada Presiden Jokowi.

Perjalanan bermula dari Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII dan kini mereka tengah menyeberang dari kawasan Bakauheni menuju Merak.

"Kami, Tim 11 Ajak Tutup TPL sudah berjalan 41 hari pada hari ini. Perjalanan kami mulai pada tanggal 14 Juni 2021 dari Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Balige," tuturnya.

"Saat kami menulis surat ini, kami sedanh menyeberang dari Bakauheni menuju Merak," tuturnya.

Dalam bagian penutup suratnya, ia menjelaskan keikutsertaan anaknya yang masih berumur 8 tahun dalam perjalanan tersebut. Dalam tulisan tersebut, anaknya berharap Danau Toba tetap indah dan lestari.

"Salah satu anggota Tim 11 Ajak Tutup TPL ini adalah seorang anak kelas III SD berusia 8 tahun yang ingin Danu Toba tetap indah dan lestari," tutupnya dalam surat tersebut.

(Maurits / Tribun Medan)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved