Breaking News:

Kasus OTT di Langkat

Camat Padang Tualang Ternyata Ikut Kena OTT Juga, Kabid Humas: Masih Didalami

Camat Padang Tualang Ramlan Efendi Lubis ternyata ikut terjaring OTT bersama Kades dan Sekdes

Internet
Korupsi 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Tim Saber Pungli Polda Sumut pada Jumat (23/7/2021) kemarin melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Langkat.

Mulanya, kabar menyebutkan bahwa yang terjaring OTT adalah Kepala Desa Besilam Ibnu Nasyt (51) dan Sekretaris Desa Besilam Zainuddin (34).

Tapi belakangan, disebutkan pula bahwa Camat Padang Tualang Ramlan Efendi Lubis ikut kena OTT juga.

Baca juga: DUGAAN Penipuan OTT KPK: Saksi Ungkap Rudi Berpacaran dengan Terdakwa, Pernah Pelesiran ke Bali

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi membenarkan Camat Padang Tualang Ramlan Efendi Lubis ikut kena OTT.

Tapi apa peran Ramlan Efendi Lubis tidak disebutkan.

Apakah dia yang mengkoordinir aksi pemerasan yang dilakukan Kades dan Sekdes, atau hanya sekedar menerima setoran saja dari bawahannya.

Baca juga: Mengaku Keturunan Ratu Pantai Selatan dan Tipu Anggota DPR RI Modus OTT KPK, Ini Fakta Sidangnya

"Saat ini sedang didalami oleh tim saber pungli Polda kerja sama dengan Saber Pungli dari Provinsi," kata Hadi, Minggu (25/7/2021).

Dalam kasus OTT ini, Hadi mengatakan bahwa petugas menyita uang tunai Rp 33,9 juta dari para tersangka.

Pada pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa yang ditangkap hanya Ibnu Nasyt dan Zainudin saja.

Keduanya diamankan di Rumah Makan Cabe Hijau Stabat pada Jumat (23/7/2021) kemarin.

Menurut laporan yang diterima www.tribun-medan.com, Ibnu Nasyt dan Zainuddin ditangkap saat melakukan pemerasan terhadap pengusaha Sere Wangi.

Baca juga: DUGAAN Penipuan OTT KPK: Saksi Ungkap Rudi Berpacaran dengan Terdakwa, Pernah Pelesiran ke Bali

Adapun modusnya, meminta imbalan uang penerbitan surat pengalihan hak atas tanah, di Dusun Alur Hitam, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. 

Saat diamankan, dari tangan Ibnu Nasyt ditemukan barang bukti berupa satu lembar kwitansi senilai Rp 33 juta lebih dan uang tunai mencapai Rp 8 juta. 

Baca juga: BERITA HARUN MASIKU - KPK Buru DPO Harun Masiku Setelah Raja OTT yang Disingkirkan Berkoar

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Indra Salahuddin, saat ini keduanya dibawa ke Polda Sumut. 

"Benar, semalam itu kejadian. Setelah aku telpon Camat Padang Tualang," kata Indra, Sabtu (24/7/2021).(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved