Breaking News:

Pasien Covid 19 di Toba Disiksa Warga

Takut Ditulari, Pasien Covid-19 di Toba Disiksa Warga Hingga Diseret di Jalan, Ini Fakta-faktanya

Salamat Sianipar, pasien Covid-19 disiksa warga dan diseret-seret di jalan karena takut menulari masyarakat

Editor: Array A Argus
HO
Salamat Sianipar, pasien positif Covid-19 di Toba disiksa oleh warga.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA-Salamat Sianipar, pasien Covid-19 di Toba disiksa warga hingga diseret-seret di jalan.

Dari rekaman video yang beredar, Salamat Sianipar diikat, lalu tubuhnya didorong berkali-kali menggunakan kayu hingga tersungkur di tanah.

Dalam kondisi tak berdaya, Salamat Sianipar tampak dipukuli pakai kayu.

Kronologis Kejadian

Menurut informasi yang diperoleh www.tribun-medan.com, kasus ini bermula saat Salamat Sianipar melakukan pemeriksaan swab antigen pada Rabu (21/7/2021) di klinik yang ada di Kecamatan Laguboti.

Adapun hasil pemeriksaan itu menunjukkan bahwa Salamat Sianipar terkonfirmasi positif Covid-19.

Lalu, Salamat Sianipar disarankan menjalankan isolasi mandiri.

Baca juga: Kakek 84 Tahun Meninggal Dalam Becaknya, Ternyata Positif Covid-19

Di tengah keterbatasan Salamat Sianipar kemudian isolasi mandiri di satu gubuk tanpa listrik yang ada di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

Kemudian, persisnya pada Kamis (22/7/2021), keberadaan Salamat Sianipar mendapat penolakan.

Dituduh Ingin Menulari Warga

Merujuk pada keterangan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Audi Murphy Sitorus, yang dikonfirmasi www.tribun-medan.com pada Sabtu (24/7/2021), bahwa Salamat Sianipar ini mengalami depresi.

Salamat Sianipar dituduh ingin menulari warga dengan penyakit yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved