Breaking News:

Kebakaran di Gunung Sipiso-piso, Petugas Pemadam Berjibaku dengan Angin Kencang

Pemadaman kebakaran hutan di wilayah Gunung Sipiso-Piso, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Senin (26/7/2021), terkendala faktor alam.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Petugas dari Manggala Agni Sibolangit, melakukan proses pemadaman api kebakaran hutan di Gunung Sipiso-piso, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Selasa (26/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pemadaman kebakaran hutan di wilayah Gunung Sipiso-Piso, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Senin (26/7/2021), terkendala faktor alam.

Kepala Daops Sumatera 1 Sibolangit Balai PPIKHL Maralo JP Tambun mengatakan, pemadaman terkendala topografi Gunung Sipiso-Piso yang berbukit. Kemudian, dirinya mengatakan karena hembusan angin cukup kencang sehingga membuat api semakin cepat meluas.

"Kendala yang kita lihat karena topografi yang cukup berat dan kondisi angin yang cukup kencang, sehingga penyebaran api semakin cepat," ujar Maralo, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (26/7/2021).

Maralo menjelaskan, dari kebakaran yang berawal kemarin hingga saat ini diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektar. Dirinya menyebutkan, dari total lahan yang terbakar pihaknya telah berhasil memadamkan api di zona seluas lima hektar.

"Dari dua hari ini, total lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 10 hektare, dan sudah kita padamkan lima hektar," katanya.

Ketika ditanya seperti apa proses pemadaman yang dilakukan, dirinya mengatakan pihaknya melakukan dengan dua cara. Dikatakan Maralo, untuk teknik yang pertama menggunakan cara manual dengan alat khusus yang dibuat berupa tongkat yang pada bagian ujungnya terdapat kawat untuk mematikan api di ilalang yang terbakar.

Untuk cara kedua, pihaknya menggunakan pompa punggung yang digunakan untuk menginginkan wilayah yang apinya telah padam. Dirinya mengatakan, dengan alat berupa pompa punggung ini berisikan air yang dicampur dengan racun api sehingga api tidak mudah kembali menyala.

"Pompa ini digunakan untuk menyiram bara yang apinya telah padam, agar nantinya api tidak kembali muncul," katanya.

Dirinya mengungkapkan, untuk mempercepat proses pemadaman pihaknya melakukan langkah berupa pembagian tim. Dirinya mengatakan, dengan pembagian tim yang disebar di beberapa titik diharapkan pemadaman lebih cepat dilakukan. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved