News Video

Kebakaran Hutan Gunung Sipiso-Piso, Diperkirakan Luas Lahan Terdampak 10 Hektare

Kawasan hutan yang ada di Gunung Sipiso-piso, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, mengalami kebakaran.

Penulis: Muhammad Nasrul |

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Kawasan hutan yang ada di Gunung Sipiso-piso, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, mengalami kebakaran. Diketahui, kebakaran ini terjadi sejak Minggu (25/7/2021) kemarin.

Amatan www.tribun-medan.com, di lokasi kebakaran personel gabungan masih terus melakukan proses pemadaman api. Dari lokasi ini, terlihat api membakar kawasan hutan yang sebagian besar ilalang dan semak belukar di bagian lereng gunung.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Daops Sumatera 1 Sibolangit Balai PPIKHL Maralo JP tambun S.Hut, hingga hari kedua ini pihaknya memprediksi luas wilayah yang terbakar mencapai kurang lebih 10 hektare. Dirinya mengatakan, hingga saat ini kawasan yang sudah berhasil dipadamkan mencapai kurang lebih lima hektare.

"Untuk hari kedua ini, kita perkirakan luas wilayah yang terbakar mencapai 10 hektare, dan yang sudah berhasil dipadamkan mencapai lima hektare," ujar Maralo, Senin (26/7/2021).

Maralo menjelaskan, untuk memaksimalkan proses pemadaman pihaknya mengerahkan satu regu tim pemadam yang berisikan 15 orang. Selain itu, pihaknya juga dibantu oleh berbagai pihak mulai dari TNI dan Polri, petugas dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

"Dari kantor Sibolangit, kita terjunkan satu regu, dan dibantu dari stakeholder," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan dalam proses pemadaman ini pihaknya menemukan kendala utama ialah karena faktor alam. Dirinya mengatakan, untuk yang pertama proses pemadaman sedikit terkendala karena topografi Gunung Sipiso-Piso yang berbukit. Kemudian, dirinya mengatakan karena hembusan angin cukup kencang sehingga membuat api semakin cepat meluas.

"Kendala yang kita lihat karena topografi yang cukup berat dan kondisi angin yang cukup kencang, sehingga penyebaran api semakin cepat," katanya.

Ketika ditanya seperti apa proses pemadaman yang dilakukan, dirinya mengatakan pihaknya melakukan dengan dua cara. Dikatakan Maralo, untuk teknik yang pertama menggunakan cara manual dengan alat khusus yang dibuat berupa tongkat yang pada bagian ujungnya terdapat kawat untuk mematikan api di ilalang yang terbakar.

Untuk cara kedua, pihaknya menggunakan pompa punggung yang digunakan untuk menginginkan wilayah yang apinya telah padam. Dirinya mengatakan, dengan alat berupa pompa punggung ini berisikan air yang dicampur dengan racun api sehingga api tidak mudah kembali menyala.

Dirinya mengungkapkan, untuk mempercepat proses pemadaman pihaknya melakukan langkah berupa pembagian tim. Dirinya mengatakan, dengan pembagian tim yang disebar di beberapa titik diharapkan pemadaman lebih cepat dilakukan.

(cr4/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved