Breaking News:

Sampah Berserak di Pinggir Jalan Industri Tamora, Camat Minta TPA Tadukan Raga Dibuka

Camat Tanjungmorawa Marianto Irawadi mengaku akan segera membersihkan sampah yang berserak di pinggir Jalan Industri, Tanjungmorawa. 

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Industri Tanjungmorawa yang di pinggirnya ada tumpukan sampah sepanjang kurang lebih 100 meter Senin (26/7/2021). Keberadaan sampah ini menimbulkan aroma busuk.(TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR) 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Camat Tanjung morawa Marianto Irawadi mengaku akan segera membersihkan sampah yang berserak di pinggir Jalan Industri, Tanjungmorawa. 

Marianto mengatakan, sejak dirinya menjabat sebagai Camat Tamora, pengangkutan sampah di lokasi itu sudah dilakukan sebanyak lima kali. Namun, menurutnya, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang sehingga selalu ada sampah di lokasi itu. 

"Tapi, begitupun mau kukerjakan (besihkan) lagi lah itu nanti. Kemarin aku kerjakan yang di Desa Buntu Bedimbar dan Bangun Sari. Itu hampir satu hektare lebih pun tumpukan sampahnya. Entah sampah siapa saja. Sebenarnya bukan rute yang Kecamatan lalui itu yang di Bangun Sari itu, tapi risih juga kita lihat tumpukan sampah seperti itu. Makanya kiami bersihkan,"ucap Marianto Senin, (26/7/2021). 

Camat yang pernah mendapat predikat Terbaik tingkat Sumatera Utara tahun 2019 ini mengakui semenjak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, ditutup oleh Dinas Lingkungan Hidup penanganan sampah di daerahnya semakin sulit.

Jarak TPA yang sekarang ada di Desa Namorube, Julu Kecamatan Kutalimbaru, cukup jauh armada mereka pun tidak bisa mengangkut semua sampah. 

"Kita ada armada empat unit dan itu bergerak semua tiap hari. Bahkan sudah dikasih triplek supaya bisa angkut lebih banyak sampah lagi tapi itupun ya nggak tuntas."

"Kalau di Tadukan Raga karena dekat bisa tiga trip satu hari. Tapi ini karena jauh, cuma satu kali saja. Harapan kita supaya cepat dibuka lah TPA Tadukan Raga," kata Marianto. 

Ia mengatakan, berdasarkan komunikasinya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk TPA baru yang lokasinya juga dibuat di Desa Tadukan Raga belum bisa digunakan saat ini karena pembangunan proyek belum selesai. Karena itu mereka pun harus mengantarkan sampah setiap hari ke TPA Namorube Julu. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved