Breaking News:

Dua Kawasan Perbukitan di Kecamatan Baktiraja Humbahas Terbakar

Dua kawasan tersebut berada di daerah kawasan perbukitan yang mengakibatkan para petugas mengalami  kesulitan memadamkan api.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
HO
PETUGAS pemadam kebakaran saat meninjau lokasi kebakaran hutan di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas, Selasa (27/7/2021). Dalam peristiwa ini ada sekitar 10 hektare lahan yang terbakar.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, HUMBAHAS - Dua kawasan di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas yang diperkirakan hampir 10 hektare terbakar. Kasat Pol PP dan Damkar Humbahas, Edy Sinaga saat dikonfirmasi Tribun Medan, Selasa (27/7/2021) mengatakan, sebelumnya api sudah dipadamkan di pagi hari. Tetapi pada pukul 17.00 WIB, informasi sampai ke pihaknya, bahwa ada titik api yang berbeda dari lokasi yang sebelumnya.

Dikatakan Edy, dua kawasan tersebut berada di daerah kawasan perbukitan yang mengakibatkan para petugas mengalami  kesulitan memadamkan api.

"Itu dua-duanya daerah perbukitan, maka apinya kan ke atas. Maka, yang kedua itu kita turunkan petugas dari Dolok Sanggul. Petugas langsung melakukan penyiraman dari kawasan pemukiman warga yang bisa dijangkau mobil kita. Yang kedua ini lebih dekat dengan permukiman warga daripada yang pertama. Jarak kebakaran yang pertama dengan pemukiman adalah sekitar 500 meter. Kita lakukan pembatasan agar api tidak merambat ke pemukiman warga," katanya, Selasa (27/7/2021).

"Kalau yang kedua itu ada 200 meter sehingga kita kerahkan personel untuk turun," sambungnya.

Pada lokasi kedua, katanya, hal yang  mereka takut kan adalah api menjalar ke kawasan pemukiman warga. Sehingga, pihaknya berupaya agar penyebaran api tidak berlanjut. Pasalnya, rumah yang berada di pemukiman tersebut adalah berbahan kayu.

Baca juga: Detik-detik Kebakaran Lahan di Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan

"Kalau desa itu, lumayan banyak warga, walaupun rumah agak berjarak. Tapi kan bahan rumah pada umumnya terbuat dari kayu," katanya.

Edy menjelaskan, penyebaran api pada kawasan yang pertama terjadi sejak Minggu (25/7) hingga Senin (26/7).

"Waktu itu titik apinya masih kecil. Dan ternyata makin membesar hingga kemarin, Senin (26/7). Tapi biasanya langsung kita gerak kalau kita tahu ada titik api. Kalau yang pertama ada dua hektar. Kalau yang kedua itu sekitar lima hektare. Ada juga ladang di atas perbukitan itu, maka kita tidak bisa memastikan sumber api dari mana. Kalau kita lihat untuk buka lahan baru, enggak mungkin," katanya.

Terkait kejadian ini, pihaknya berharap agar masyarakat tetap berhati-hati adanya percikan api yang mengakibatkan kobaran api. “Kalau pun ada pembakaran lahan baru jangan meninggalkan begitu saja apalagi sampai memasuki pemukiman warga," katanya.(cr3/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved