Breaking News:

Kades Tornagodang Jamotan Silaen Disidang, Kerjasama dengan Pemilik Perusahaan Fiktif

Kepala Desa Tornagodang Jamotan Silaen, bersama kepala UD. Marudut Nunut Rahmat Samosir diadili di Pengadilan Tipikor Medan.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI
Kepala Desa Tornagodang Jamotan Silaen dan kepala UD. Marudut Nunut Rahmat Samosir mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor Medan secara virtual, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Diduga korupsikan Dana Desa (DD) ratusan juta, Kepala Desa Tornagodang Jamotan Silaen, bersama kepala UD. Marudut Nunut Rahmat Samosir diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (27/7/2021).

Dalam sidang perdana tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wita Nata Sirait menuturkan. pada tahun 2017, Jamotan Silaen selaku Pjs. Kepala Desa Tornagodang mengatakan kepada Rudi Pardosi selaku Bendahara Desa Tornagodang mengatakan punya teman yang ingin menjadi pemasok ke Desa Tornagodang.

Saat itu, Jamotan Silaen mengatakan, temannya itu bersedia memberikan 'Roti Tahun Baru' kepada perangkat desa.

Lalu, pada Maret 2017 Jamotan mengajak Rudi Pardosi ke rumah terdakwa Rahmat yang berada di Parsoburan.

Saat itu, Rahmat mengaku memiliki perusahaan pemasok bernama UD. Marudut Nunut.

"Terdakwa Rahmat mengambil dokumen berupa Akta Perusahaan UD. Marudut Nunut, NPWP, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), dan IG (Izin Gangguan) dan menyerahkannya kepada saksi untuk diperiksa," kata Jaksa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Mohammad Yusafrihadi Girsang.

Setelah memeriksa berkas, Jamotan mengatakan setelah pekerjaan selesai, harus ada memberikan "bingkisan Natal" kepada mereka sebagai ucapan terima kasih. Permintaan tersebut pun disanggupi oleh Rahmat.

Belakangan diketahui bahwa UD. Marudut Nunut adalah fiktif. Rahmat Samosir tetap percaya diri dan mengatakan bahwa ia bisa bekerjasama dengan panglong yang ada di Parsoburan.

"Selanjutnya pada hari Senin 22 Mei 2017, Jamotan berkata 'tahun ini si Samosir dulu yang kita buat sebagai suplier, Jadi TPK sudah bisalah survei harga untuk membuat RAB," kata Jaksa.

Para terdakwa pun mengatur siasat agar menang menjadi suplier. Kemudian, pada 6 Juli 2017 terbitlah Peraturan Kepala Desa Nomor 1 Tahun 2017 tanggal 6 Juli 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tornagodang Tahun Anggaran 2017.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved