Breaking News:

Kredit Sektor Industri Pengolahan Meningkat Pesat

bahwa dari sisi sektoral, penyaluran pembiayaan meningkat pada seluruh sektor utama.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
Tribun-medan.com/HO
Dokumentasi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Utara Soekowardojo dalam kegiatan Bincang Bareng Media beberapa waktu lalu. (Tribun-medan.com/HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa sektor industri di Sumut mengalami peningkatan penyaluran kredit pada triwulan kedua ini.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, per Juni 2021, Penyaluran kredit meningkat menjadi 4,12% dibanding sebelumnya -0,33% pada bulan Maret 2021 lalu yang didorong oleh pertumbuhan Kredit Modal Kerja (KMK)
Ada pun nominal kredit per Juni 2021 yang sudah tersalurkan berjumlah Rp 235,4 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan triwulan I pada bulan Maret sebesar Rp 230,9 triliun.

Sementara itu, jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu, jumlah penyaluran kredit per Juni 2020 sempat anjlok sebesar Rp 226,1 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo mengatakan bahwa dari sisi sektoral, penyaluran pembiayaan meningkat pada seluruh sektor utama.

"Semua sektor mengalami peningkatan kecuali konstruksi yang masih terhambatnya proyek pemerintah akibat realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19," ungkap Soeko, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Ringankan Beban UMKM di Sumut, Pemprov Beri Subsidi Suku Bunga Kredit Usaha Rakyat

Adapun untuk penyaluran kredit terbesar berada di sektor industri pengolahan sebesar 22,9 persen, sektor pertanian 19,4 persen, sektor perdagangan besar dan eceran (PBE) 17,1 persen, dan sektor konstruksi 3 persen.
Peningkatan kredit diiringi dengan membaiknya risiko kredit dari 3,50% menjadi 3,26% didorong oleh perbaikan risiko gagal bayar pada KMK, mencerminkan optimisme aktivitas dunia usaha.

Sementara itu, Memasuki Triwulan-II 2021, ketahanan sistem keuangan membaik tercermin dari tingkat profitabilitas (ROA) yang meningkat dan rasio Beban Operasional terhadap Perbankan Operasional (BOPO) yang relatif turun.

Intermediasi perbankan (LDR) tercatat menurun didorong respon kenaikan DPK yang lebih cepat dibandingkan kredit, di tengah ketidakpastian ekonomi dampak PPKM di beberapa kota di Sumut (Medan dan Sibolga).

Di sisi lain, kredit tertahan (Undisbursed Loan) melambat, terutama pada kelompok bank swasta nasional dan bank asing & campuran, mengindikasikan sejumlah aktivitas dunia usaha kembali pulih.

Adapun spread bunga perbankan relatif stabil pada angka 5,1 persen sejalan dengan belum adanya perubahan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang masih di angka 3,5 persen.

Instrumen BI 7-Day (Reverse) Repo Rate ini digunakan sebagai suku bunga kebijakan baru karena dapat secara cepat memengaruhi pasar uang, perbankan dan sektor riil.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved