Luar Biasa, Serbuk Kelapa 'Disulap' Jadi Lukisan Bernilai Tinggi

D'Saka Indonesia, UMKM ini melahirkan karya luar biasa hanya menggunakan serbuk kelapa yang diubah menjadi lukisan

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU
Susanto pemilik sekaligus pengelola D'Saka Indonesia berada di depan lukisan yang telah dihasilkannya berbahan serbuk kelapa, Selasa (27/7/2021).(TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Bagi sebagian orang serbuk kelapa mungkin dianggap hanya sebagai sampah tak berguna.

Tapi di tangan pelaku UMKM DSaka Indonesia, serbuk kelapa disulap jadi lukisan bernilai tinggi. 

"Lukisan kami berbahan dasar serat serbuk kelapa dan cairan kopi, intinya konsep pembuatan lukisan ini menggunakan bahan yang alami," kata Susanto, pemilik sekaligus pengelola DSaka Indonesia, Selasa (27/7/2021). 

Baca juga: Manfaat Daun Nanas Bagi Kehidupan, Bisa Dijadikan Bahan Baku Ulos

Ia mengatakan, ide bisnis ini muncul sekira tahun 2015, bermula saat dirinya melihat banyak sisa serbuk terbuang begitu saja dari hasil usaha replikanya. 

"Bisa punya ide ini tidak sengaja, sebab awalnya saya pengusaha sikat. Dari sikat itu berkembang menjadi replika. Nah, saat membuat replika ternyata sisa potongan dari replika itu banyak dan dari situ saya coba buat produk agar memiliki nilai jual lagi sehingga terus melakukan eksperimen serbuk kelapa ini," ujar Susanto. 

Melalui usaha ini, dia menuturkan dapat meraih omzet hingga puluhan juta per bulannya. 

"Sebelum pandemi pendapatan kita lumayan namun karena pandemi kita alami penurunan juga. Dulu sebelum pandemi kita bisa dapat omset mulai Rp 40 juta sampai Rp 50 juta," katanya. 

Disamping itu, dalam pemasaran bisnis ini, ia sering mengikuti pameran maupun kegiatan pemerintah. 

Baca juga: TEA Art Medan Ubah Kopi Sumut Jadi Karya Seni, Hasilkan Ragam Lukisan

"Pemasaran kita biasanya di pameran-pameran maupun kegiatan pemerintah. Saya juga pernah ikut pameran di luar Sumatra seperti Sarawak, Manado, dan daerah lainnya," tambahnya. 

Terkait hal ini, harga lukisan ini dibanderol mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 15 juta per unit tergantung ukuran dan gambar. 

"Kita juga buat lukisan wajah orang-orang terkenal sebagai sampel agar orang bisa lihat tingkat kemiripan lukisan yang kita buat. Proses pembuatan setiap lukisan bisa memakan waktu sekitar dua sampai tiga minggu tergantung cuaca," kata Susanto. 

"Cara kita buat lukisan ini mulai menabur dulu serbuk lalu kita lukis pakai cairan kopi dan kita tabur lagi, kemudian di finishing serta kita lebih banyak menggunakan matahari untuk penjemuran," tambahnya. 

Baca juga: SOSOK Tengku Amir Hamzah, Pahlawan Nasional Penerima Satya Lencana Kebudayaan & Piagam Anugerah Seni

Setelah itu dengan bisnis ini, Susanto telah meraih beberapa penghargaan.

Bahkan Susanto mengutarakan tujuan terus mengembangkan usaha ini membantu untuk perekonomian keluarga, memperdayakan sumber daya manusia, dan memanfaatkan kekayaan alam. 

"Saya juga berharap lukisan ini bisa dikenal di seluruh Indonesia sehingga bagi yang ingin memesan lukisan kita dapat melalui Instagram @dsakaindonesia," tutupnya.(cr20/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved