Breaking News:

Meninggal Tahun 2009, Nama Akidi Tio Kini Viral Setelah Beri Sumbangan Uang Rp 2 Triliun

Nama Akidi Tio mendadak jadi topik perbicangan banyak pihak setelah secara mengejutkan mendonasikan uang sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan covid

Editor: Juang Naibaho
HO / Tribun Medan
Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menerima bantuan Rp 2 Triliun dari perwakilan keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumsel, Senin (26/7/2021). 

Agar bantuan ini sampai tepat sasaran, mereka akan membentuk tim untuk mengkaji kebutuhan warga Sumsel saat ini.

Bantuan ini diperkirakan untuk memenuhi kebutuhan oksigen, obat-obatan, insentif bagi tenaga kesehatan, termasuk juga tempat isolasi bagi masyarakat.

"Dana itu nantinya digunakan untuk menyelesaikan masalah dari hulu ke hilir mulai dari penyediaan kebutuhan warga yang membutuhkan. Harapannya, Sumsel bisa segera keluar dari situasi pandemi," kata Eko.

Dikutip dari Wikipedia, Eko Indra Heri lahir pada 23 November 1964. Ia merupakan lulusan Akpol 1988.

Riwayat Jabatan
Kasat I/Pidum Dit Reskrim Polda Sumsel (2003)
Kapolres Lahat (2005)
Kapolres Demak (2007)
Kasubbag Sisdalpers Bag Jiansis Rojianstra SDE SDM Polri
Gadik Utama Dit Akademik PTIK (2010)
Karo SDM Polda Lampung (2011)
Analis Kebijakan Madya bidang Watpers SSDM Polri (2012)
Kabagpenkompeten Robinkar SSDM Polri (2013)
Kabagren Rojianstra SSDM Polri (2014)
Karojianstra SSDM Polri (2015)
Karobinkar SSDM Polri (2017)
Asisten SDM Kapolri (2018)
Kapolda Sumatra Selatan (2020-sekarang)

Keluarga Akidi Tio dari Langsa

Dikutip dari Serambinews.com, jejak keluarga Akidi Tio memang terlacak dari Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur.

Ayong, salah satu keluarga Toko Mas Kontak di Jalan T Umar, Pusat Pasar Kota Langsa, masih mengingat keluarga Akidi Tio.

Keluarga Ayong sendiri sudah ada di Kota Langsa selama 100 tahun terakhir secara turun temurun. Adapun Ayong saat ini sudah berumur 76 tahun.

Kata Ayong, ayah Akidi Tio seumuran dengan almarhum Otman, pemilik pertama Toko Mas Kontak yang merupakan ayah dari Ayong.

Menurut Ayong, antara tahun 1940-1950 silam, keluarga Akidi Tio yang awalnya sudah lama tinggal di Kota Langsa, kabarnya pindah ke Singapura.

Lalu, pada tahun 1969, Akidi Tio kabarnya akan kembali ke Kota Langsa. Ia rencananya akan membangun pusat perbelanjaan atau mall besar di Pusat Pasar Kota Langsa.

Akan tetapi, rencana Akidi Tio batal sebab tidak memperoleh tanah sebagai lokasi akan dibangunnya mal tersebut.

“Jika tidak salah, tanah yang Akidi Tio kehendaki untuk dibangun mal yaitu di kawasan Jalan T Umar (toko depan) dan Jalan Iskandar Muda (toko belakang), namun tidak bisa diperolehnya. Apakah tanah ini tidak diberikan oleh Pemkab Aceh Timur sebagai pemilik aset sebagian besar tanah di Pusat Pasar Kota Langsa ini, atau ada hal lain, saya tidak tahu,” ceritanya.

Setelah batal membangun mal di wilayah Kota Langsa saat itu, timpal Ayong, nama Akidi Tio tidak pernah didengarnya lagi.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Akidi Tio Sempat Tinggal di Jalan Veteran Palembang, Prof Hardi Ungkap Sosok Donatur Rp 2 Triliun dan SerambiNews.com dengan judul Melacak Jejak Akidi Tio di Langsa, Pengusaha Penyumbang Rp 2 T untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved