Breaking News:

Oknum TNI yang Tembak Wartawan Marsal Harahap Tidak Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Pangdam mengatakan, pelaku utama, Praka AS, hanya ingin membuat Marsal Harahap jera, sehingga dalam upaya tersebut Praka AS  menembak paha korban.

Penulis: Fredy Santoso |
TRIBUN MEDAN/HO
Tersangka kasus penembakan Marsal Harahap saat berada di Pomdam I Bukit Barisan di Jalan Sena. Selasa (27/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin mengungkapkan kenapa anggotanya yang terlibat dalam kematian Marsal Harahap dikenakan pasal penganiayaan berat, bukan pembunuhan berencana.

Pangdam mengatakan, pelaku utama, Praka AS, hanya ingin membuat Marsal Harahap jera, sehingga dalam upaya tersebut Praka AS  menembak paha korban.

Menurutnya, jika pelaku berniat membunuh maka langsung menembak bagian kepala ataupun objek vital yang mematikan. Namun dari rencana awalnya yang mau memberi efek jera, korban ternyata kehabisan darah sehingga meninggal dunia.

"Kalau untuk membunuh, kenapa tidak ke kepala padahal dekat? Karena konsep untuk memberikan pembelajaran,
namun ternyata mengenai arteri sehingga korban kehabisan darah," kata Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin. Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Pangdam Ungkap Keterlibatan 4 Anggota TNI dalam Pembunuhan Marsal Harahap

Atas perbuatannya, Praka AS yang merupakan eksekutor dijerat pasal 55 ayat 1 karena merencanakan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Praka AS (31) salah satu anggota dari Siantar, hal ini pasal yang dipersangkakan yaitu pasal 355 ayat 1 dan 2 kitab UU hukum pidana tentang penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu. Terancam dengan pidana 12 tahun," katanya.

"Manakala perbuatan itu mengakibatkan kematian maka hukuman penjara paling lama 15 tahun, Junto pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang hukum pidana." (cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved