Breaking News:

Tuan Guru Batak Berkomentar PPKM, Begini Nasehatnya untuk Orang Kaya dan Pejabat

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan direncanakan akan diperpanjang sampai 2 Agustus 2021.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wawancara Eksklusif dengan Tuan Guru Batak (TGB) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan direncanakan akan diperpanjang sampai 2 Agustus 2021. PPKM Darurat di Kota Medan dimulai pada Senin (12/7/2021) berakhir pada 20 Juli 2021.

PPKM Darurat mengharuskan mobilitas masyarakat ditekan seperti larangan bekerja bagi perusahaan non-esensial hingga penutupan jalan protokol. Dan, mematikan lampu penerangan jalan.

Adapun tujuan menekan mobilitas agar penyebaran Covid-19 di Kota Medan tidak semakin luas. Saat ini, jumlah masyarakat di Kota Medan yang positif Covid-19 mengalami lonjakan. Selain itu, imbas dari PPKM Darurat tidak sedikit masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Oleh sebab itu, kedisplinan warga untuk taat protokol kesehatan harus seimbang dengan semangat kesadaran membantu sesama.

Semangat berbagi kepada sesama ini menjadi perhatian serius Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk. Beberapa waktu lalu, Tribun Medan/Tribun-Medan.com melakukan wawancara eksklusif dengan ulama dari Kabupaten Simalungun tersebut.

Dalam wawancara ini, Tuan Guru Batak menyampaikan, tokoh agama dan ulama memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran umat untuk saling berbagi terhadap orang-orang yang terdampak Covid-19. Ulama dan tokoh agama juga harus berperan dalam kampanye melawan pandemi Covid-19 yang melanda umat manusia di seluruh dunia.

Saat ini, semakin banyak masyarakat yang terpapar Covid-19 sehingga pemerintah pengin menekan laju penularan lewat kebijakan PPKM Darurat. Bagaimana Anda menilai kebijakan ini?

TGB: Covid-19 merupakan wabah global sehingga bukan sekadar persoalan bangsa Indonesia saja. Tapi persoalan dunia. Seluruh dunia krisis. Karena itu, kita semua harus merajut kebersamaan. Tolong hindari polarisasi dan pembelahan politik.

Mari kita bersemangat untuk sama-sama mengatasi masalah ini. Seperti apa? Semua umat harus berada pada fokus utama yakni menyelamatkan anak bangsa dari Covid-19. Semangat ini tentu saja dimulai dari keseriusan pemerintah.

Ketika pemerintah sudah serius mengatasi Covid-19 maka seluruh masyarakat dan aparat harus punya komitmen bersama bahwa Covid-19 ini persoalan serius. Sudah hampir dua tahun tidak selesai juga.

Negara sudah habiskan banyak anggaran. Sudah banyak proyek-proyek bisnis terhenti. Bahkan menelan korban jiwa yang luar biasanya banyaknya dan terus meningkat bila keadaan tidak terkendali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved