Breaking News:

Bank Indonesia Sumut Temukan 1818 Uang Palsu di Triwulan II, Pecahan Rp100 Ribu Paling Mendominasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo mengatakan ada 1.818 lembar Uang Palsu (UPAL) di Sumatera Utara per Juni 2021.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Randy P.F Hutagaol
KOMPAS.com/ IRWAN NUGRAHA
Ilustrasi: uang palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara mencatat aliran uang kartal dari perbankan melalui Bank Indonesia di Sumatera Utara pada Juni 2021 mencatatkan net inflow atau arus modal masuk sebesar Rp1,54 triliun.

Adapun jumlah ini merupakan hasil dari Inflow atau kas masuk sebesar Rp3,75 triliun dan outflow atau kas keluar sebesar Rp2,21 triliun sesuai dengan tren pasca Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo mengatakan ada 1.818 lembar Uang Palsu (UPAL) di Sumatera Utara per Juni 2021.

"Ada sebanyak 1.818 lembar dengan mayoritas pecahan temuan UPAL adalah Rp100 ribu dan Rp50 ribu," ungkap Soeko, Rabu (28/7/2021).

Untuk pecahan Rp100 ribu ditemukan uang palsu sebanyak 1069 lembar atau sebanyak 58,8 persen.

Kemudian 628 lembar uang palsu untuk pecahan Rp50 ribu, 93 lembar untuk pecahan Rp20 ribu, 25 lembar pecahan Rp10 ribu, 2 lembar pecahan Rp5000, 1 lembar pecahan Rp2000.

Dikatakan Soeko, Pasca Hari Raya Idul Fitri, kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran Uang Palsu diharapkan tetap terjaga dengan menerapkan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved