Breaking News:

SOSOK Dinda & Vita, Mahasiswi Asal Asahan, Semangat Membuka Usaha Boneka di Tengah Pandemi Covid-19

saat itu dirinya belum merasa percaya diri terhadap hasil karyanya tersebut. Dikarenakan hobi, Dinda terus menekuni dan belajar.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alif Alqadri Harahap
Dinda(20) dan Vita(19) dua orang mahasiswi asal Kabupaten Asahan sedang membuat kesenian rajutan yang berbentuk boneka, Rabu(28/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN- Memanfaatkan waktu luang belajar online, dua orang mahasiswi asal Kabupaten Asahan berhasil menciptakan peluang usaha baru. 

Dinda Ariska(20) Mahasiswi Fakultas Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Medan(UNIMED) dan Reni Vionita(19) Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Riau(UNRI) ini berhasil membuka peluang usaha baru dalam bidang merajut. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sumut Melonjak Drastis, Per 28 Juli 2021 Bertambah 1.588 Kasus

Dimana, dua orang bersaudara ini belajar merajut sejak mulai duduk dibangku Sekolah Menengah Atas(SMA). Dimana saat itu Dinda hanya menjalankan hobinya saja. 

Namun, saat itu dirinya belum merasa percaya diri terhadap hasil karyanya tersebut. Dikarenakan hobi, Dinda terus menekuni dan belajar memperdalam cara merajut. 

Kini, sembari kuliah secara daring, Dinda bersama saudaranya berhasil meraup omset jutaan rupiah dalam sebulan. 

Saat di jumpai www.tribun-medan.com, dua bersaudara ini sedang sibuk merajut boneka pesanan dari pelanggannya. 

"Sebenarnya belajar merajut ini sudah lama, tapi baru di tekuni setelah pandemi covid-19 ini. Pertama yang belajar Dinda, kemudian saya ikut belajar," ujar Vita, Rabu(28/7/2021). 

Katanya, dalam merajut tersebut mereka belajar secara otodidak dengan menonton youtube. Selanjutnya membeli peralatan rajut dan langsung memperaktekan. 

Baca juga: Wagubsu Ijeck Launching Yellow Clinic DPD Partai Golkar Sumut untuk Membantu Pengobatan Masyarakat

"Ga ada belajar, dari youtube aja. Lihatnya menarik jadi langsung dibeli jarum dan kainnya," saut Dinda kepada tribun-medan.com. 

Bahkan menurut Dinda, saat pertama kali ia mempelajari rajut, kedua orang tuanya tidak mengetahui hal tersebut. Bahkan saat pelanggan untuk membeli ibunya juga tidak mengetahui hal tersebut. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved