Breaking News:

Luhut Panjaitan Tegur Wali Kota Solo Gibran, Begini Respon Sang Putra Sulung Presiden Jokowi

Kota Solo menjadi sorotan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi perihal tingginya angka kematian akibat Covid-19.

Editor: Abdi Tumanggor
Kompasiana
Luhut Panjaitan 

"Mereka kebanyakan belum vaksin sehingga anti bodinya lemah," ujarnya.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau Pemda melakukan sosialisasi kepada warga untuk menempati isolasi terpusat yang telah disediakan.

Imbauan tersebut ia sampaikan lantaran tren kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Solo Raya dan Provinsi DI Yogyakarta masih meningkat.

Luhut pun meminta TNI dan Polri untuk membujuk pasien Covid-19, khususnya lansia dan penderita dengan riwayat penyakit komorbid (penyerta) untuk dirawat di isolasi terpusat.

“Saya minta kepada TNI dan Polri agar dapat membujuk pasien-pasien khususnya lansia dan penderita yang memiliki penyakit komorbid (penyerta) agar dirawat di isolasi terpusat sehingga dapat dipantau dan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup,” katanya.

“Tanpa penguatan di hulu, kapasitas respon di sektor hilir akan full dan menyebabkan peningkatan angka kematian,” lanjut Luhut.

Diketahui, Provinsi DI Yogyakarta mencatat tren kasus positif dan angka kematian yang masih tinggi. Namun, indeks mobilitas di Provinsi itu sudah mulai menurun seiring dengan penurunan mobilitas dan aktivitas masyarakat yang terjadi dalam dua pekan terakhir.

Selvi Ananda dan Gibran Rakabuming Raka.
Selvi Ananda dan Gibran Rakabuming Raka. (TribunSolo.com/Azhfar Muhammad)

Gibran Bantu Pendidikan Anak Yatim 

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan perhatian khusus kepada tiga anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Ketiga anak yatim tersebut bernama Early Oryza Nesta Sarjono (16), Efelyn Dora Liffyana (14), dan Rio Andreas Steny (12).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved