Breaking News:

Pinisi Resto Situ Patenggang, Bisa Icip-icip Makan Khas Suku Bugis

Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektare. Memasuki Danau Situ Patenggang, wisatawan akan disuguhi pemandangan pegunungan dan bukit-bukit.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektare. 

TRIBUN-MEDAN.com, BANDUNG- Bagi wisatawan yang mengunjungi obyek wisata kawah putih Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sungguh tak lengkap rasanya bila tak mengunjungi obyek wisata Danau Situ Patenggang yang hanya berjarak lebih kurang 7 kilometer.

Selain terkenal dengan berlabuhnya Kapal Pinisi, lokasi satu ini juga sarat sejarah.

Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektare.

Memasuki Danau Situ Patenggang, wisatawan akan disuguhi pemandangan pegunungan dan bukit-bukit teletubbies dari gundukan kebun teh nan hijau.

Suasana di Pinisi Resto Situ Patenggang,
Suasana di Pinisi Resto Situ Patenggang, (TRIBUN MEDAN/ ALIJA)

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Jonatan Christie vs Shi Yu Q, Link Live Bulutangkis Olimpiade

Www.tribun-medan.com berkesempatan mengunjungi Resto Kapal Pinisi yang ada di Danau Situ Patenggang beberapa waktu lalu.

Menarik memang, kok bisa ya ada kapal layar khas Bugis ada di Danau Situ Patenggang.

Melansir Kemendikbud, sejarah Kapal Pinisi dibuat pada abad ke-14 Masehi oleh seorang putra mahkota bernama Sawarigading yang berasal dari Kerajaan Luwu, Sulawesi.

Kapal ini mengandalkan hembusan angin untuk mengarungi lautan.

Era modern, kapal pinisi dikenal sebagai warisan benda bangsa Bugis.

Dengan keunikan bentuk yang khas ini, Kapal Pinisi sering dibangun dan dijadikan spot obyek wisata, salah satunya di Danau Situ Patenggang ini.

Pinisi Resto Situ Patenggang
Pinisi Resto Situ Patenggang (TRIBUN MEDAN/ALIJA)

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved