Breaking News:

Jebolan Hafiz Indonesia Kabur dari Pesantren, Pendiri Pesantren Bantah Syahmil Sering Di-bully

Syahmil sering keluar melarikan diri dari pesantren tempatnya belajar dan selalu kembali ke rumah.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIF AL QADRI HARAHAP
Foto terakhir Syahmil saat masih berada di pondok pesantren sebelum ia melarikan diri karena di buli oleh tiga orang rekannya, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - M Syahmil Hadian Assajad, remaja lulusan program televisi Hafiz Indonesia kabur dari pesantren pada Rabu (28/7/2021) malam diduga akibat perundungan (bully-ing) yang dilakukan oleh santri lain. 

Ahmad Padriadi Lubis, pendiri Pesantren Fathul Mu'in, mengakui bahwa Syahmil bersekolah di pesantren yang bertempat di Kisaran Timur itu sejak satu bulan terakhir.

"Ya, memang benar dia dimasukan ke pesantren ini oleh orang tuanya," kata Ahmad, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, Syahmil melarikan diri pada Rabu malam seusai salat Magribh.

"Dia sering keluar dari pesantren. Anak itu keluarnya pas malam Kamis, seusai salat maghrib," katanya.

Lanjutnya, yang melihat ia pergi pertama kali adiknya yang juga bersekolah di pesantren tersebut.

"Dikejar oleh adiknya, namun dia tetap tidak menghiraukan," kata Ahmad.

Bahkan dikatakannya, Syahmil sering keluar melarikan diri dari pesantren tempatnya belajar dan selalu kembali ke rumah.

Baca juga: Jebolan Hafidz Indonesia Asal Kisaran Kabur dari Pesantren, Diduga karena Sering Diejek Teman

"Dulu seminggu pertama, dia di antar jemput oleh orang tuanya. Kemudian sudah betah, dia ditinggal oleh orang tuanya di pesantren ini. Seusai dilepas orang tuanya, Syahmil kerap sesuka hatinya keluar pesantren," kata Ahmad.

Syahmil selalu pulang ke rumah dan kembali diantar oleh orang tuanya kembali ke pesantren tersebut.

Ahmad mengaku tidak tahu penyebab Syahmil kabur. Namun disinggung terkait dengan adanya dugaan perundungan terhadap Syahmil, Ahmad menyanggahnya.

"Tidak, tidak ada di-bully. Bahkan saya selalu bilang ke anak-anak jangan sentuh Syahmil. Sehingga saya juga bingung dia kenapa tidak balik seusai salat maghrib, sedangkan yang lain balik," katanya.

Meskipun begitu, ia mengaku Syahmil merupakan anak yang pintar dan mudah menghafal. Syahmil selalu menghafal menggunakan speaker yang dibawanya.

"Untuk menulis dia selalu tertinggal, namun untuk hafalan dia selalu cepat," katanya. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved