Breaking News:

Jenazah ABK Indonesia yang Meninggal di Kapal China Dimakamkan di Siantar

Ramauli Samosir, mengatakan jenazah Riki dibawa dari Batam dan dilakukan autopsi sebelum dipulangkan ke Siantar.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Royandi Hutasoit
Tribun Medan-Alija Magribi
Keluarga menyambut Jenazah Riki Samosir, Kamis (29/7/2021) malam. Riki adalah ABK Indonesia yang meninggal di kapal pencari ikan berbendera China 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Jenazah Rickyansyah Samosir alias Riki Samosir (28) akhirnya tiba di rumah duka keluarga, Kamis (29/7/2021) malam.

Jenazah tiba sekitar Pukul 22.00 WIB setelah melalui perjalanan panjang dari Batam, Kepulauan Riau.

Di Rumah duka yang terletak di Simpang Karang Sari, Kota Pematangsiantar sanak keluarga sudah menyambut jenazah Riki dengan suasana haru.

Ramauli Samosir, mengatakan jenazah Riki dibawa dari Batam dan dilakukan autopsi sebelum dipulangkan ke Siantar.

Bagi keluarga, ujar wanita yang merupakan Tante almarhum, ini adalah pertemuan terakhir sejak Riki melaut di kapal pencari ikan berbendera China selama dua tahun.

"Jenazahnya sampai tadi malam, Kamis (29/7/21) sekitar Pukul 22.00 WIB. Jenzahnya sempat tertahan di Batam, karena sudah ditangani oleh Pemerintah makanya jenazahnya diotopsi dan diperiksa penyebab kematiannya," kata Ramauli.

Ramauli mengatakan, mereka diberi kesempatan sebentar membuka peti jenazah untuk memastikan bahwa benar itu adalah Riki Samosir.

"Kami memang dikasih waktu sepuluh menit melihat jenazah adik kami. Wajahnya masih bisa kami kenali, dan seluruh tubuhnya dalam keadaan bagus, tak kurang satu apapun," ujar wanita berambut pendek ini.

Mempertimbangkan kondisi PPKM di Kota Pematangsiantar, jenazah hanya hitungan jam di rumah duka.

Kemudian setelah matahari pagi datang, jenazah langsung dikebumikan di pemakaman Kristen yang berlokasi di belakang Gereja HKBP Bombongan - Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

"Jenazah adik kami sudah kami kebumikan tadi pagi, di belakang Gereja HKBP Bombongan yang di Jalan Medan," pungkas Ramauli seraya berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat membantu proses pemulangan jenazah paramannya (keponakan).

Perlu diketahui, jenazah Riki Somosir meninggal pada 29 Juni 2021.

Keluarga di Siantar mendapat kabar sekira pukul 11.00 WIB, bahwa Riki telah meninggal dunia dengan penyakit awal karena gangguan pencernaan saat berada di perairan Somalia.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved