Breaking News:

Rumah Sakit di Siantar Keluarkan Surat Negatif Covid bagi Warga yang Positif Covid

Pria berkumis ini menambahkan, bahwa pihaknya juga sedang menelusuri kemungkinan adanya rumah sakit yang lain melakukan hal yang sama. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Enam warga Pekanbaru dipaksa jalani swab test saat masuk ke Siantar, Sabtu (22/5/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sekretaris Satgas Covid-19 Pematangsiantar Daniel Siregar menyebut telah menemukan ada satu rumah sakit di kota ini tidak melaporkan hasil pemeriksaan Swab antigen secara utuh.

Akibatnya, sebaran infeksi Covid-19 semakin mengancam warga Siantar.

Dihubungi melalui sambungan telepon Daniel mengatakan ketidakjujuran ini terbongkar sejak dua hari terakhir.

Masalah tersebut bersumber dari data yang dilaporkan Rumah Sakit ke Satgas melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pematangsiantar yang tidak singkron. 

Data yang diterima Dinkes tidak sebanding dengan jumlah pemeriksaan yang sudah selesai dilaksanakan rumah sakit tersebut.

Bahkan, selisihnya pun mencapai puluhan nama/orang.

"Rumah sakit ini melakukan swab antigen antigen tapi tidak melaporkan secara utuh. Alasannya karena keterbatasan tenaga. Jadi kita minta agar itu diperbaiki dan apabila kekurangan tenaga agar direkrut," ujarnya.

Satgas Covid-19 Kota Pematangsiantar, ujar Daniel, menilai justru perbuatan ini bisa jadi disengaja agar warga yang positif terpapar corona dapat tetap melakukan perjalanan.

"Demi kepentingan perjalanan, yang dilaporkan ke Satgas melalui dinas kesehatan tidak sebanding dan yang positif ini akhirnya berkeliaran," ucap Daniel seraya tak menyebut nama rumah sakit yang dimaksud.

Pria berkumis ini menambahkan, bahwa pihaknya juga sedang menelusuri kemungkinan adanya rumah sakit yang lain melakukan hal yang sama. 

"Kami juga sedang melakukan penjajakan agar rumah sakit yang melayani Swab Antigen, ini kita minta dari Satgas supaya jujur. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Saya tidak menuding rumah sakit mana, ini bisa kita pantau bersama," jelasnya. 

Daniel Siregar mengultimatum seluruh pihak rumah sakit yang melakukan pemeriksaan rapid test antigen melaporkan seluruh hasilnya secara cepat.

Satgas akan meminta Dinas Kesehatan melakukan pembinaan terhadap manajemen dari rumah sakit yang bersangkutan.

"Kalau kedaluarsa data itu, kan berbahaya. Kalau satu dua hari tertahan data ini, dan ternyata yang bersangkutan sudah positif. Kan itu tidak terpantau," pungkasnya.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved