News Video

Batu Hoda, Titik Nol Kilometer di Samosir Tidak Sebatas Destinasi Wisata

Lokasi ini juga merupakan titik nol kilometer Pulau Samosir bagian Utara. Dan dari sini, pengunjung bisa melihat pantai Danau Toba yang lebih panjang.

Penulis: Maurits Pardosi |

Batu Hoda, Titik Nol Kilometer di Samosir Tidak Sebatas Destinasi Wisata

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Pengelola Batu Hoda Beach, Ombang Siboro mengutarakan keistimewaan pengelolaannya bagi masyarakat sekitar yang ada di Desa Cinta Damai, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

"Ini bukan sebatas objek wisata, tapi ini kita harapkan sebagai role model. Role model yang kita maksud dalam hal tata kelola," ujar pengelola Destinasi Wisata Batu Hoda Beach Ombang Siboro saat berada di Batu Hoda pada Sabtu (31/7/2021).

Di lokasi ini juga merupakan titik nol kilometer Pulau Samosir di bagian Utara. Dan dari lokasi ini, pengunjung bisa melihat pantai Danau Toba yang lebih panjang.

"Ini juga menjadi role model pariwisata tentang kebersihan. Dan ini kita sedang berada di titik nol kilometer Pulau Samosir," sambungnya.

Ia berharap, pengelolaan di Batu Hoda Beach diharapkan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar.

"Di bidang manajemen, kita melibatkan banyak orang. Ini destinasi ini untuk mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar,"

Sehingga, pengelola lokasi tersebut mengajak seluruh masyarakat sekitar agar berkontribusi aktif agar bisa mendapatkan pendapatan.

"Dengan demikian, karyawan kita lebih sedikit. Tetapi yang lain, misalnya pengelola parkir, yang membukanya tenant di foodcourt, yang menyewakan ban, bahkan menjaga kebersihan lokasi ini adalah masyarakat sekitar," terangnya.

"Semuanya kita buat tidak membayar listrik dan air. Kita lakukan demikian, namun kita punya perjanjian dengan mereka itu tergantung penjualan yang mereka dapatkan," sambungnya.

Dari penuturannya, Batu Hoda Beach ini sudah berlangsung sejak bulan September 2018 yang lalu. Namun, kini pihaknya mengalami penurunan pendapatan dari para pengunjung.

"Ini kita benahi pada bulan April 2018. Dan, kita operating pada bulan September 2018," sambungnya," tuturnya.

"Sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung ke kawasan kita ini sejumlah 5 ribu per bulan, namun saat kita sedang tutup akibat PPKM di level 3. Pengurangan selama pandemi sebesar 40 hingga 60 persen," sambungnya.

"Bukan sebatas jumlah pendapatan, termasuk juga sirkulasi pendapatan yang diakibatkan kurangnya pengunjung sangat berpengaruh," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved