Breaking News:

Pengelola Wisata di Kabupaten Samosir Merana dan Menganggur, Bahaya Sosial Mengintai

Pengelola wisata di Kabupaten Samosir sudah tidak dapat apa-apa sejak pembatasan kegiatan

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Objek wisata Batu Hoda di Kabupaten Samosir sepi dari pengunjung sejak adanya peraturan daerah, Sabtu (31/7/2021).(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SAMOSIR-Sejumlah pengelola wisata di Kabupaten Samosir merana dan menganggur sejak adanya aturan pembatasan yang dibuat pemerintah daerah.

Sudah beberapa bulan belakangan ini, para pengelola wisata di Kabupaten Samosir tidak mendapatkan penghasilan.

Tidak ada pengunjung yang datang karena aturan pemerintah daerah. 

Baca juga: Update Covid-19 di Kabupaten Samosir, Jumlah Positif Bertambah 61 kasus Baru

"Kebijakan ini jelas sangat memukul kami, padahal prokes yang ketat sudah kami lakukan dan jam operasional juga sudah kami batasi," kata Sirait, Manajer Batu Hoda Beach, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Sirait, Bupati Samosir Vandiko Gultom seharusnya melihat berbagai aspek, sebelum menetapkan keputusan.

Kalaulah sejumlah pengelola wisata menganggur dan tidak punya penghasilan, otomatis ini akan menimbulkan masalah sosial baru di Kabupaten Samosir.

Baca juga: Hakim Batalkan Status Tersangka Sekda Samosir, Anggota Komisi III DPRI: Mainnya Enggak Pakai Otak

"Jangan sampai ratusan, bahkan ribuan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari objek wisata akan merana dan sengsara," katanya.

Senada disampaikan Simanjuntak, Manajer Hotel di Parbaba.

Sejak usahanya tutup akibat kebijakan pemerintah daerah, sejumlah karyawannya terancam di PHK.

Para pengelola wisata berharap, kebijakan instruksi Bupati Samosir Nomor 2 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan bisa dikaji ulang demi kebaikan bersama.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved