Warga Lingkungan VI Kelurahan Indra Kasih Keluhkan Bansos Covid-19, Hanya Terima Bantuan Beras 5 Kg

Hanya lingkungan VI yang selalu bermasalah dengan bansos. Sementara lingkungan lainnya di Kelurahan Indra Kasih selalu mendapat bansos secara merata.

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN/ALMAZMUR SIAHAAN
Sejumlah warga di lingkungan VI, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung mengeluhkan bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak Covid-19, karena hanya mendapat beras sebanyak 5 Kilogram yang seharusnya 20 Kilogram per kepala keluarga, Sabtu (31/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sejumlah warga di lingkungan VI, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung mengeluhkan bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak Covid-19, karena hanya mendapat beras sebanyak 5 Kilogram yang seharusnya 20 Kilogram per kepala keluarga.

Salah satu warga, Novita menjelaskan video yang sempat ia rekam dan diposting, saat warga membagi rata bansos yang diterima dari kelurahan.

"Memang betul saya yang posting, dan memang betul kami dapatnya 5 Kg. Saya sebenarnya sama sekali enggak dapat, hanya yang dari lingkungan sekitar saya yang dapat, itupun sebenarnya enggak dapat, cuma atas inisiatif kepling lah itu, disuruh kami bagi-bagi, kami cuma dikasih 6 paket," ujar Novita, Sabtu (31/7/2021).

Ia mengatakan, hanya lingkungan VI yang selalu bermasalah dengan bansos. Sementara lingkungan lainnya di Kelurahan Indra Kasih selalu mendapat bansos secara merata.

Baca juga: KPK Tiga Bulan Tanpa Operasi Tangkap Tangan, Penyidik Beberkan Penyebabnya!

"Sedangkan aku sama sekali, sebutir beras pun tidak dapat dari situ. Padahal anak saya 4, kecil-kecil semua. Kami semua terdampak Covid-19. Masa lingkungan lain semuanya dapat, sementara kami dipilih-pilih yang dapat. 

Inilah lingkungan yang selalu enggak dapat, tahun lalu pun kami tidak dapat. Sampai kami demo juga ke kantor lurah tapi tidak ditanggapi. Karena itu terpaksalah kami viralkan," jelasnya.

Novita menambahkan, terkait video yang ia posting tersebut, kepling sudah datang ke rumah Novita dan warga lainnya yang juga mendapat beras 5 Kg, untuk menjelaskan alasannya membagikan beras dengan cara seperti itu.

"Tadi memang kepling nya sudah datang kesini, sudah dijelaskan juga kenapa dibuat jadi begitu, katanya memang bansos yang diterima itu hanya 94 paket, padahal seharusnya 300. Jadi kami bilang seharusnya ditinjau ulang lah kalau memang begitu, dari tahun lalu dibilang sudah diajukan, tapi masa enggak keluar-keluar.

Dari tahun lalu diajukan ke bansos dan kami pun ikut bersama kepling. Tapi masa sampai sekarang dibikin kayak gitu, berarti kan bansos juga, yang salah dimana kan kita enggak tahu," kata Novita.

Diketahui, kepala lingkungan VI sudah meminta warga tersebut agar membuat kembali video klarifikasi dan mempostingnya di sosial media.

Baca juga: Ibunda Tanggapi Video Viral Adhisty Zara, Netizen: Malah Makin Seram ya Bun

Namun, Novita dan warga lainnya yang mendapat perlakuan sama mengatakan tidak akan membuat klarifikasi jika belum menerima paket bansos yang dijanjikan kepling tersebut.

"Kami sampai sekarang enggak mau buat video klarifikasi karena kami sama sekali belum dapat bansosnya. Kami akan klarifikasi kalau bantuannya sudah datang sama kami," tegasnya. 

Diketahui, Wali Kota Medan, Bobby Nasution menanggapi postingan video yang direkam oleh Novita. Bobby meminta bukti terima sembako dan identitas warga yang menerima beras 5 Kg tersebut.

"Pak wali kota minta bukti ambil bantuan, di video saya itu kan sudah ada buktinya, beras kami itu kan berceceran dibagi-bagi, sudah saya balas begitu sama pak wali kota. Setelah itu tidak ada tanggapan lagi dari wali kota," jelas Novita.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved