Breaking News:

Batu Hoda, Dipercaya Sebagai Lambang Kesetiaan, Berada di Bagian Paling Utara Pulau Samosir

Bebatuan berdiri tegak di pinggiran Danau Toba. Batu yang berasal dan tertancap kuat di hamparan luas pasir di bibir pantai Danau Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Batu Hoda di Desa Cinta Damai, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir jadi lambang kesetiaan. 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Batu Hoda adalah sebuah lokasi yang berada di Pulau Samosir yang kini menjadi buah bibir para pengunjung maupun pecinta mitos.

Selain karena kekuatan mitosnya, Batu Hoda ini menjadi loaksi yang berada di titik nol Pulau Samosir dan lokasi bagian paling utara Pulau Samosir sendiri.

Baca juga: Potret Hasyakyla Utami, Kakak Adhisty Zara yang tak Kalah Cantik dan Bertalenta

Bebatuan berdiri tegak di pinggiran Danau Toba. Batu yang berasal dan tertancap kuat di hamparan luas pasir di bibir pantai Danau Toba.

Dari kawasan ini, para pengunjung bisa melihat pantai Danau Toba lebih jauh daripada lokasi lainnya di pantai Danau Toba di Pulau Samosir.

Sebuah mitos yang telah beredar di masyarakat, awalnya seekor kuda betina sedang menanti kuda jantan yang berada di seberang pulau Samosir di pantai Danau Toba.

Dari pantai tersebut, ia menoleh sembari menunggumu kuda jantan idamannya. Alhasil, kuda jantan tak kunjung datang. Bahkan, hingga berhari-hari, kuda betina merasakan kesepian yang begitu mendalam.

Walau kuda jantan tak kunjung datang, kuda betina tetap menunggu. Masyarakat sekitar sudah resah melihat kesetiaan kuda jantan tersebut.

Baca juga: cekbansos.kemensos.go.id.- Cek Nama Penerima BST Rp 600 Ribu, PKH dan Bantuan Beras

Masyarakat akhirnya meminta kuda tersebut supaya menyeberangi Danau Toba untuk memastikan keberadaan kuda jantan yang ada di seberang apakah masih sendiri atau sedang bersama kuda yang lain.

Namun, kuda betina tetap menunggu dan berdiam di bibir pantai Danau Toba. Walau masyarakat sudah menghalaunya agar segera menyeberangi Danau Toba, kuda betina malah bersumpah bahwa ia tak akan menyeberangi Danau Toba.

"Aku takkan menyeberangi Danau Toba, aku akan menunggu di sini sampai ia (kuda jantan) datang. Biarlah aku menunggunya hingga jadi batu," demikian sumpahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved