Begini Laporan Bobby Nasution saat Rapat bersama Menko, Titik Penyekatan akan Berkurang

Wali Kota Medan, Bobby Nasution menghadiri Rapat Evaluasi Perkembangan dan Tindaklanjut PPKM level-4 secara virtual di rumah dinas.

Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution menggelar rapat bersama jajarannya untuk menyediakan temapt Isoma warga yang positif Covid-19. Satu di antaranya Eks Hotel Soechi Internasional di Jalan Cirebon, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Wali Kota Medan, Bobby Nasution menghadiri Rapat Evaluasi Perkembangan dan Tindaklanjut PPKM level-4 secara virtual di rumah dinas. Dalam rapat itu membahas kasus Covid-19 di Kota Medan yang mengalami kenaikan mencapai 400 sampai 700 kasus perharinya. 

"Hal ini berbanding lurus dengan testing yang dilakukan Pemko Medan, dimana dari 2.900 testing perhari dilakukan saat ini telah dilakukan testing di atas 3.000 dan target perhari dilakukan testing sebanyak 4.900," Kata Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Dalam rapat dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartato ini, turut mendampingi Wali Kota Unsur Forkopimda di antaranya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/BS Kol Inf Agus Setiandar.

Ia menjelaskan, peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 disesuaikan dengan penambahan BOr di rumah sakit di Kota Medan. Kini, jumlah BOR di Kota Medan mencapai 73 persen dengan konfersi dari 8.000 lebih jumlah tempat tidur yang ada di Kota Medan baru 28 persen tempat tidur khusus pasien Covid-19.

"Kami terus meminta kepada seluruh rumah sakit di kota Medan agar dapat menyediakan tempat tidur khusus Covid-19 sebanyak 30 persen dari jumlah tempat tidur yang ada," Jelas Bobby Nasution

Bobby Nasution menambahkan Pemko Medan juga telah menyediakan tempat isolasi terpusat dengan jumlah tempat tidur sebanyak 5.000 lebih. Tempat isolasi ini kami fokuskan untuk lingkungan yang saat ini masih berada di dalam zona merah.

"Dari 2.001 lingkungan ada lima lingkungan yang zona merah, dan sebanyak 7 lingkungan sudah satu bulan ini masih berada di zona orange, maka Pemko Medan akan mewajibkan lingkungan tersebut akan kami Isolasi. Apalagi warga yang OTG akan kami sarankan untuk Isolasi karena warga OTG mereka merasa tidak ada gejala dan beraktifitas sehingga lebih rawan untuk menyebarkan virus Covid-19," katanya. 

Ada 40 Titik Penyekatan. 

Bobby Nasution menuturkan, Pemerintah Kota Medan telah melakukan 40 titik penyekatan ketika PPKM Darurat. Namun sejak diberlakukannya PPKM level 4 ada beberapa kebijakan yang memperbolehkan pelaku UMKM menerima pengunjung makan ditempat dengan batasan waktu 20 menit.

Kedepannya setelah berkonsultasi dengan Forkopimda, ia berencana akan mengurangi jumlah titik penyekatan dan digantikan dengan mendatangi langsung tempat pelaku usaha maupun tempat aktifitas masyarakat.

"Turun langsung ini jika ditemukan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan maka kami akan memberikan hukuman yakni Swab Antigen," ungkap Bobby Nasution.

Selanjutnya Bobby Nasution menjelaskan selama PPKM Darurat dan PPKM level 4 diberlakukan, Pemko Medan telah menyalurkan bantuan untuk masyarakat berupa paket sembako sebanyak 123 ribu lebih.

"Bantuan Paket sembako ini  kami alokasikan dari APBD sebesar 33 Milyar. Selain itu bantuan dari Pemerintah Pusat juga akan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak," Jelas Bobby Nasution.

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved