Breaking News:

Kebakaran Lahan di Merek Diduga karena Ritual Memanggil Hujan di Tengah Kemarau

Natanail Peranginangin menduga kebakaran lahan yang terjadi sebulan terakhir bukan disebabkan pembukaan lahan, tapi akibat kemarau.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ M NASRUL
Personel Manggala Agni Sibolangit, berusaha melakukan pemadaman api yang membakar lahan di wilayah Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, belum lama ini. (TRIBUN MEDAN/M NASRUL) 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan titik api. Terutama di lingkungan yang berpotensi mudahnya api meluas seperti di kawasan perbukitan dan hutan.

"Kemarin kita tahu terjadi kebakaran di wilayah Kecamatan Merek, dan dengan personel gabungan api sudah berhasil dipadamkan. Namun, kita tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan api," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanail Peranginangin, Senin (2/8/2021).

Natanail menyinggung tentang pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar.

Menurutnya, cara itu harus ditinggalkan karena akan menimbulkan kebakaran besar.

"Ditakutkan nantinya terjadi kebakaran susulan," ucapnya.

Dirinya menyebutkan, pihaknya menduga kebakaran lahan yang terjadi sebulan terakhir bukan disebabkan pembukaan lahan, tapi akibat kemarau.

Selain itu, ia juga mengatakan adanya dugaan pembakaran oleh oknum sebagai salah satu ritual untuk memanggil hujan di tengah musim kemarau. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved